Salah satu inovasi yang dikembangkan, adalah inovasi desa supaya punya kemandirian dan membentuk produknya. Dimana desa tersebut diarahkan untuk mendeteksi potensi unggulannya, yakni apabila memiliki potensi wisata maka desa-desa tersebut bisa menjadi desa wisata. Sebab, pemerintah juga memberikan perhatiannya untuk mendukung desa-desa wisata.
Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Wisata Kampoeng Djawi Wonosalam Jombang Wajib Dikunjungi
"Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki wisata-wisata unggul bukan hanya di tingkat lokal namun juga Internasional. Maka dari itu kita punya peluang untuk bisa mengembangkan desa-desa kita yang kemudian menjadi desa wisata,"ujarnya.
Pj Bupati Jombang mendorong agar desa terus melakukan pengembangan. Pengembangan yang pertama, ketika desanya bisa mandiri dan bisa memberikan kesejahteraan untuk masyarakatnya, dampaknya akan memberikan kebermanfaatan secara ekonomi dan akan memberikan citra unggul Kabupaten.
"Nanti desa yang unggul itu bisa menjadi kebanggaan tingkat Nasional bahkan Internasional,"paparnya.
Dikatakan Teguh Narutomo, dari hasil studi bandingnya ke Bali menemukan, bahwa beberapa Desa Wisata di Bali sangat sejahtera dengan pendapatan hampir Rp1 Triliun. Dengan pendapatan yang cukup besar, desa wisata tersebut menjadi sangat. Tentunya fakta ini dapat menjadi motivasi untuk mengembangkan desa wisata di Jombang.
"Saya yakin dan percaya, bahwa kita di Kabupaten Jombang memiliki potensi yang sangat besar di sektor pariwisata desa apabila kita mampu menggali, mengelola, dan mempromosikan setiap potensi yang ada dengan baik. Melalui penghargaan ini, saya berharap semakin banyak desa di Kabupaten Jombang yang terinspirasi untuk mengembangkan potensi wisata yang dimilikinya. Kita semua bertanggungjawab untuk menjaga dan mengelola kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang ada, agar tidak hanya bermanfaat bagi generasi saat ini tetapi juga bagi generasi mendatang,"pungkas Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo.***