wisata

20 Tahun Menarik Delman, Herawan Berharap Transportasi Kuda di Jombang Tetap Dilestarikan

Selasa, 23 Juni 2026 | 12:19 WIB
Herawan bertahan menjadi kusir delman selama hampir 20 tahun (Rudiyanto)

 

JOMBANG, MOCOSIK.COM – Di tengah pesatnya perkembangan transportasi modern, keberadaan delman di Kabupaten Jombang masih menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.

Selain menjadi sarana transportasi tradisional, delman juga merupakan bagian dari warisan budaya yang masih bertahan hingga saat ini.

Salah satu kusir delman yang masih setia menjalani profesinya adalah Herawan (63), warga Kecamatan Jogoroto.

Pria yang sehari-hari mangkal di kawasan Kebon Rojo Jombang itu mengaku telah menekuni pekerjaan tersebut selama hampir 20 tahun. 

Baca Juga: Tirta Wisata Jombang Dibanjiri Pengunjung Saat Libur Lebaran, Tiket Cuma Rp5 Ribu!

Menurut Herawan, banyak perubahan yang terjadi sejak dirinya pertama kali menjadi penarik delman. Kehadiran transportasi modern membuat masyarakat kini lebih memilih moda transportasi yang lebih cepat dan praktis.

"Perubahannya banyak. Sekarang orang lebih sering naik ojek online atau angkutan umum untuk bepergian,"terangnya, Selasa (23/6/2026).

Ia mengungkapkan, jumlah kusir delman di Jombang juga semakin berkurang. Selain minim peminat dari kalangan muda, sebagian besar kusir yang masih bertahan saat ini sudah berusia lanjut.

"Sekarang sudah sedikit yang mau jadi penarik delman. Kebanyakan juga sudah tua-tua,"katanya.

Meski demikian, Herawan tetap bertahan menjalani profesi tersebut. Selain untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, kecintaannya terhadap kuda membuat dirinya enggan meninggalkan pekerjaan yang telah digeluti selama puluhan tahun itu.

"Saya memang suka kuda dan senang dengan pekerjaan ini. Makanya saya tetap menarik delman sampai hampir 20 tahun,"ungkapnya.

Herawan menjelaskan, satu delman miliknya dapat mengangkut hingga empat penumpang dalam satu perjalanan. Untuk rute jarak dekat, ia mematok tarif Rp30 ribu per rombongan, sedangkan perjalanan yang lebih jauh dikenakan tarif Rp50 ribu per rombongan.

Namun, pendapatan yang diperoleh tidak selalu menentu. Dalam sehari, terkadang ia hanya mendapatkan satu hingga dua kali perjalanan.

Halaman:

Tags

Terkini