Ayahnya telah wafat, sementara ibunya merupakan penyandang disabilitas. Kondisi keluarga membuat Citra harus ikut memikul beban kehidupan yang semestinya belum menjadi tanggung jawab seorang anak.
Prabowo mengatakan, Sekolah Rakyat kemudian hadir memberikan Citra kesempatan untuk tetap belajar tanpa harus meninggalkan keluarganya sendirian menghadapi perjuangan hidup. Di sekolah itu pula, Citra mengukir prestasi sebagai juara karate tingkat kabupaten.
Menurut Prabowo, keterbatasan ekonomi bukanlah akhir dari sebuah cita-cita ketika seorang anak diberi ruang untuk belajar, dibimbing, dan didukung. “Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi,” tegas Prabowo.
Bagi Rizki, Citra, dan ribuan anak lainnya, Sekolah Rakyat bukan hanya tentang ruang kelas dan pelajaran. Ia hadir dalam wujud buku, seragam sekolah, arena kompetisi, dan mimpi tentang masa depan yang kini terasa lebih mungkin diraih.
Prabowo pun menyampaikan pesan kepada seluruh siswa Sekolah Rakyat di Indonesia.
“Rizki, Citra, dan seluruh siswa-siswi Sekolah Rakyat di manapun kalian berada, kami di sini untuk kamu semua. Kami semua di sini untuk memastikan bahwa kamu punya masa depan, kamu punya kesempatan yang baik. Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan,"pungkasnya.***