Karena itu, ia meminta adanya sinergi antara pengelola posko dengan para pedagang maupun pengelola pasar.
Salah satunya berkaitan dengan kewajaran harga dan kenyamanan bagi para muktamirin serta pengunjung pasar.
"Mari kita jaga kewajaran harga agar muktamirin dapat berbelanja dengan nyaman dan pedagang tetap mendapat manfaat,"pesan Warsubi.
Selain harga yang wajar, ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tetap bersih, tertib dan nyaman.
Dalam sambutannya, Warsubi juga mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Tembelang ikut mendukung kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Menurutnya, kehadiran Muktamar tidak hanya menjadi agenda organisasi keagamaan, tetapi juga membawa pergerakan ekonomi bagi Kabupaten Jombang.
Baca Juga: Jelang Muktamar ke 35 NU di Jombang, Pemasangan Bendera Terpaku di Pohon Jadi Sorotan Publik
"Banyak orang akan datang, banyak usaha akan bergerak, dan banyak sektor masyarakat yang dapat merasakan dampaknya,"ungkapnya.
Karena itu, Warsubi menilai kelancaran seluruh rangkaian Muktamar akan memberikan dampak luas bagi daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
"Terakhir, mari kita jaga Jombang bersama, kita sambut para muktamirin dan tamu dengan baik, dan kita sukseskan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang,"tuturnya.
Usai menyampaikan sambutan, Warsubi kemudian secara resmi membuka Posko Ramah Muktamirin dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
"Posko tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata gotong royong masyarakat dalam menyambut kedatangan para muktamirin sekaligus menjaga citra Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU yang ramah, aman dan nyaman,"pungkasnya.***