JOMBANG, MOCOSIK.COM - Ketua Umum Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU (MA IPNU), Prof. Asrorun Ni’am Sholeh, mengingatkan kader muda Nahdlatul Ulama (NU), khususnya IPNU dan IPPNU, agar tidak terlena dengan usia muda dan terus menunda proses untuk mempersiapkan diri menjadi kader serta pemimpin.
Pesan tegas itu disampaikan Prof. Asrorun Ni’am Sholeh saat meresmikan Markas MA IPNU di Pondok Pesantren Al Wahabiyah 2, Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).
Markas tersebut disiapkan sebagai ruang silaturahmi, diskusi, koordinasi dan tempat singgah bagi muktamirin serta kader MA IPNU dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri, selama rangkaian Muktamar NU ke-35 di Jombang.
Dalam sambutannya, Prof. Asrorun Ni’am menegaskan bahwa proses kaderisasi dan pendewasaan tidak boleh ditunda hanya karena merasa usia masih muda.
Baca Juga: Muktamar ke 35 NU di Jombang Diperketat, Peserta Wajib Terverifikasi Sebelum Masuk Arena
Ia mengingatkan para kader bahwa waktu berjalan jauh lebih cepat daripada yang sering dibayangkan generasi muda.
“Jangan merasa masih muda terus. Apalagi teman-teman IPNU, jangan berpikir, ‘Saya masih muda, nanti saja.’ Jangan. Waktu itu tidak sejauh yang kita bayangkan,” ujar Prof. Asrorun Ni’am.
Pernyataan tersebut disambut gelak tawa para kader MA IPNU yang hadir.
Prof. Asrorun kemudian mencontohkan perjalanan salah satu muassis NU, KH. Abdul Wahab Hasbullah.
Menurutnya, KH. Wahab Hasbullah telah menjalani proses panjang dalam menuntut ilmu, berorganisasi dan mengabdi sebelum menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan berdirinya Nahdlatul Ulama.
Ia menyebut KH. Wahab Hasbullah lahir sekitar tahun 1887 atau 1888, sedangkan NU berdiri pada 1926. Artinya, jika ditarik secara matematis, usia KH. Wahab Hasbullah ketika ikut berproses dalam lahirnya NU masih belum mencapai 40 tahun.
“Kalau ditarik secara matematis, usia beliau belum sampai 40 tahun, sekitar 37 atau 38 tahun. Jadi kalau kita dudukkan dalam konteks hari ini, usia seperti itu sebenarnya sudah jauh berjalan dalam proses kaderisasi dan pengabdian,” katanya.