"Hormat saya yang setinggi-tingginya kepada para ulama,"lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengulas sejarah lagu Syubbanul Wathan karya KH Wahab Hasbullah.
Menurutnya, keberadaan lagu tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa semangat patriotisme dan nasionalisme telah ditanamkan oleh kalangan pesantren jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Prabowo menilai para pendiri NU telah memiliki cita-cita besar terhadap masa depan Indonesia, yakni menjadikan bangsa yang terhormat, adil, makmur, dan memiliki kedudukan setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Baca Juga: Buka Muktamar ke 35 NU di Jombang, Prabowo: Saya Tidak Mengatur Ini Semua
Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kontribusi pesantren, ulama, dan santri tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia.
Pembukaan Muktamar ke 35 NU di Jombang turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, serta sejumlah tokoh nasional dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam.
Di antaranya Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin, serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.
Hadir pula Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh, Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, dan sejumlah tokoh ormas Islam lainnya.***