3. Masalah tekel kasar Rodri
Rodri sebenarnya tidak tampil buruk di laga ini. Namun, ia melakukan tekel keras kepada Martin Odegaard di kotak penalti yang menuai kecaman dari para pendukung Arsenal.
Mereka merasa Rodri yang notabene pemain Manchester City sengaja melakukannya demi bersaing di jalur juara. Meski wasit tidak memberikan penalti, tindakan Rodri tersebut patut mendapat kritik.
4. Kesulitan mencetak gol
Spanyol, walaupun unggul penguasaan bola, masih kesulitan untuk mengkreasikan peluang dan melakukan finishing. Padahal, Spanyol membukukan 13 tembakan dengan total penguasaan bola mencapai 63 persen.
5. Spanyol berhasil mengawali perjalanan
kualifikasi Euro 2024 dengan catatan yang baik, setelah berhasil memenangkan pertandingan melawan Norwegia dengan skor 3-0. Pelatih baru Spanyol, Luis de la Fuente, berhasil meraih debut manisnya bersama timnas senior Spanyol.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia U-20 di Indonesia, Ribuan Personil Polri Siap Mengamankan
Beberapa pemain juga tampil impresif di pertandingan ini, salah satunya adalah penyerang Joselu yang berhasil mencetak dua gol dalam waktu dua menit.
Luis de la Fuente yang sebelumnya melatih tim-tim junior Spanyol, memberikan gaya bermain yang berbeda dibandingkan dengan pelatih sebelumnya, Luis Enrique.
Fuente berhasil mempertahankan ciri khas Spanyol dengan permainan umpan-umpan pendek dan menguasai pertandingan. Meskipun begitu, ia tidak pandang bulu dalam memilih pemain, dan tidak menganakemaskan pemain dari klub tertentu.
Salah satu pemain yang mendapatkan berkah dari promosi pemain yang objektif dari Fuente adalah Joselu. Penyerang yang berusia 32 tahun ini, sebelumnya belum pernah mencatatkan penampilan bersama tim nasional Spanyol.
Namun, Joselu berhasil mencetak dua gol dalam waktu dua menit setelah masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-81.
Selain Joselu, Alejandro Balde, pemain berusia 19 tahun, juga tampil impresif di laga ini. Ia berhasil mengawal sisi kiri pertahanan Spanyol dengan sangat lugas, dan juga bisa diandalkan saat menyerang.
Gol pertama Spanyol lahir berkat assist darinya. Penampilannya di tim nasional seolah jadi cerminan penampilan Balde di Barcelona, Xavi tidak segan memberinya tempat utama, menyaingi Jordi Alba, karena performanya yang memuaskan.