lifestyle

H Sulchan Ismu: Selain Ketupat Bucu 7 ada Ketupat Bucu 6

Senin, 7 April 2025 | 20:15 WIB
Ketupat bucu 6 disebut juga Ketupat Kodok an, dipercaya lebih empuk saat di nikmati. Masuk akal, karena Ketupat bucu 6 (Kodok an) (Farid Fadjaruddin)


JOMBANG, MOCOSIK.COM - Di Indonesia suasana Lebaran terasa kurang lengkap tanpa kehadiran Ketupat.
Minggu, (06/04/2025).

Ketupat dipercaya pertama kali muncul di tanah Jawa, diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga kepada masyarakat Jawa yang merupakan hasil perpaduan antara janur dan beras sebagai makan tradisional. Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya dan filosofi Jawa yang syarat makna.

Ketupat merupakan makanan tradisional yang berbahan dasar beras yang dimasak dengan cara direbus didalam anyaman janur.

Ketupat menjadi hidangan istimewa yang melekat saat disajikan di Hari Lebaran khususnya di Indonesia.

Ketupat biasanya disajikan berdampingan dengan opor ayam, sayur lodeh, tumis kentang, rendang, semur, dan sebagainya. 

Baca Juga: Dinas Pertanian Jombang Sukseskan Panen Raya Serentak Bersama 14 Provinsi di Desa Plosogeneng

Ketupat menurut tradisi Jawa di bedakan melalui jenis sudut (bucu) nya.

Ada ketupat bucu 6 (sudut 6) dan ada ketupat bucu 7 (sudut 7).

Ketupat bucu 6 disebut juga Ketupat Kodok an, dipercaya lebih empuk saat di nikmati.
Masuk akal, karena ketupat bucu 6 (Kodok an) lebih tipis tampilannya.

Namun, saat ini sudah jarang masyarakat yang bisa merangkai ketupat bucu 6 (Kodok an).

H Sulchan Ismu (74) yang saat ini masih pandai merangkai ketupat bucu 6.

"Bucu 6 tidak bisa dibuat besar dengan janur bilah 2 pada umumnya, namun bisa dibuat lebih besar menggunakan 4 bilah janur,"ujarnya

Jenis yang lain Ketupat bucu 7. Ketupat bucu 7 lebih bulat dan tebal. Saat dinikmati juga lebih kenyal. Ketupat bucu 7 paling populer dimasyarakat, karena paling mudah cara merangkainya.***

Tags

Terkini