MOCOSIK.COM - Semua orang berharap, proses seks akan bekerja dengan lancar. Tetapi, kadang kadang pada kenyataannya, proses hubungan intim tidak selalu sesuai dengan harapan, sehingga alat atau hal -hal diperlukan untuk membantu proses saat berhubungan intim.
Tidak hanya kondom, tetapi kadang kadang pelumas tambahan diperlukan untuk meningkatkan hasrat berhubungan intim.
Misalnya, selama penetrasi, wanita terkadang merasakan sakit dan sakit. Nyeri dan rasa sakit biasanya terjadi di vagina, karena wanita tidak merasakan stimulasi penuh. Sehingga mereka tidak dapat menghasilkan pelumas yang cukup untuk membasahi vagina.
Baca Juga: Pertama Kali Berhubungan Intim dengan Pasangan? Berikut Panduan Lengkapnya!
Selain itu, kondisi vagina kering dapat diatasi secara alami, karena vagina itu sendiri dihasilkan dari minyak pelumas yang dapat membasahi vagina.
Namun, beberapa kasus seperti stres berlebihan, kebiasaan merokok, dan sejumlah gangguan penyakit dapat menyebabkan kekeringan vagina.
Oleh sebab itu, dibutuhkan pelumas tambahan atau cairan lubricants pada vagina supaya proses penetrasi berjalan lancar. Namun, bagaimana tips memilih pelumas yang aman untuk digunakan dan bagaimana cara menggunakannya saat berhubungan intim?
Tips memilih dan menggunakan pelumas untuk berhubungan intim:
1. Memilih pelumas yang tepat
Ada dua hal yang perlu diperhatikan saat memilih pelumas vagina, yaitu kenyamanan dan keamanan saat berhubungan intim. Anda dapat menggunakan pelumas untuk meningkatkan gairah seksual dan membuat Anda merasa nyaman.
Sementara itu, dari sisi keamanan, Anda harus mempertimbangkan jenis pelumas yang digunakan. Jika Anda menggunakan pelumas yang memiliki kandungan minyak, maka pasangan Anda tidak boleh menggunakan kondom dengan bahan lateks.
Hal ini perlu dihindari karena kondom berbahan lateks dapat mengalami penurunan fungsi ketika bertemu dengan minyak.
Pelumas vagina sendiri dibedakan menjadi:
• Pelumas berbahan dasar air tanpa gliserin
• Pelumas berbahan dasar air dengan gliserin
• Pelumas berbahan dasar minyak
• Pelumas berbahan silikon
Pelumas berbahan dasar air tanpa gliserin cocok digunakan bagi orang yang memiliki riwayat infeksi jamur pada alat kelamin, ataupun infeksi saluran kencing.
Tetapi pelumas ini juga mengandung paraben dan glikol propelin yang dapat menyebabkan iritasi pada beberapa orang. Pelumas ini juga cukup sulit ditemukan di pasaran.
Sementara itu, pelumas berbahan dasar air dengan gliserin memiliki rasa manis karena terdapat kandungan gliserin. Di sisi lain, karena mengandung gliserin, pelumas ini menjadi cepat kering dan mudah lengket sehingga dapat mengakibatkan infeksi jamur.
Untuk mengatasi jika vagina mulai terasa kering sebaiknya oleskan air, bukan malah menambahkan pelumas. Pelumas jenis ini mudah ditemukan di toko dengan harga yang murah.
Pelumas berbahan minyak mudah ditemukan karena kandungan bahan di dalamnya mudah ditemukan, seperti minyak sayur, mentega, atau bahkan baby oil.
Tetapi pelumas jenis ini memang tidak cocok jika dipadukan dengan kondom berbahan lateks karena dapat menyebabkan kondom mudah robek. Akan lebih baik jika dipadukan dengan kondom berbahan nitril, polisoprena, dan polyuretan.
Baca Juga: Kenali Sembilan Tanda Penyebab Keputihan Berwarna Putih Susu dan Cara untuk Mengobatinya
Jenis pelumas lainnya adalah pelumas berbahan silikon di mana pelumas ini cukup sulit didapatkan dan memiliki harga yang lebih mahal dibanding pelumas vagina lainnya.
Tetapi kualitas pelumas ini cukup baik karena tidak mampu menembus pori-pori kulit, sehingga dapat menghindari risiko alergi pada kulit. Pelumas ini cocok bagi wanita yang memiliki vagina kering dan mampu mengurangi rasa nyeri saat penetrasi.
2. Cara menggunakan pelumas
Sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai cara penggunaan pelumas vagina. Pelumas sendiri dapat digunakan sesuai kreativitas dan kebutuhan setiap pasangan.
Setelah memilih jenis pelumas yang cocok dan saat ingin melakukan hubungan seksual, Anda dapat mengambil pelumas secukupnya (1-2 tetes) dan oleskan pada area yang diinginkan antara di sekitar vagina atau pada penis.
Bisa juga dioleskan pada kondom yang sudah terpasang pada penis atau mainan seks (sex toys) yang digunakan.
Tujuan dioleskannya pelumas ini adalah supaya wanita tidak mengalami rasa sakit saat penetrasi dan supaya penis juga terlindung dari gesekan yang kuat.
Meskipun begitu, jangan terlalu banyak memberikan pelumas karena dapat menyebabkan penis mudah tergelincir dan mengakibatkan cedera. Jika dirasa berlebih, Anda dapat mengelapnya dengan tisu atau kain bersih.***
Artikel Terkait
Mengenal Lebih Dalam tentang Selaput Dara, Wanita Harus Tau Ini
Ketahui Gejala Penyebab Kanker Serviks dan Cara Pencegahannya
Cara Ampuh Menghilangkan Keputihan dengan Daun Sirih, Selengkapnya Baca Ini
Penyebab Kebocoran Katup Mani lengkap dengan Cara Mengobatinya
Kenali Sembilan Tanda Penyebab Keputihan Berwarna Putih Susu dan Cara untuk Mengobatinya