MOCOSIK.COM - Hampir semua wanita, mungkin menderita sekresi vagina susu putih atau keputihan. Kondisi ini alami dan masuk akal, pada kenyataannya, asalkan tidak disertai dengan aroma yang tidak menyenangkan.
Namun, Anda mungkin bertanya, mengapa ada waktu ketika vagina mengeluarkan susu putih dan terkadang tidak? Temukan jawaban dalam ulasan berikut.
Apa itu keputihan berwarna putih susu?
Selama siklus haid berlangsung, ada kalanya organ keintiman mengeluarkan cairan bening dan berair. Konsistensi semacam ini muncul akibat pengaruh produksi hormon estrogen, pertanda bahwa ovulasi sedang berlangsung.
Baca Juga: 3 Ide Resep Bakso Sapi Sehat dan Lezat, Super Praktis dan Mudah!
Namun di lain waktu, konsistensi cairan organ keintiman bisa tampak seperti susu. Keputihan berwarna putih susu umumnya muncul ketika seorang perempuan sedang hamil atau meningkat hasrat seksualnya.
Keputihan yang warnanya seputih susu disebut dengan leukorea. Keputihan berwarna putih susu adalah kombinasi dari cairan (lendir) dan sel-sel tubuh.
Fungsi cairan putih susu ini adalah untuk melindungi vagina dari iritasi dan infeksi. Terkadang, leukorea yang muncul pada fase luteal (tahap dari siklus haid di mana hormon progesteron sedang meningkat) juga bisa tampak agak kekuningan.
Akan tetapi, lain halnya jika keputihan berwarna putih susu disertai bau tak sedap. Bila itu terjadi, biasanya dipengaruhi oleh infeksi bakteri atau jamur sehingga mengubah keputihan berwarna putih susu menjadi kuning, hijau, atau bahkan coklat.
Pada beberapa kasus, tekstur keputihan berwarna putih susu dapat mengental (mirip keju cottage) jika ada infeksi dalam vagina. Akan tetapi sekali lagi, cairan vagina ini baru dinyatakan abnormal kalau disertai bau tak sedap, gatal, sakit, serta bengkak pada bibir vagina (vulva).
Penyebab keputihan berwarna putih susu
Berikut ini berbagai penyebab keputihan berwarna putih susu, dari yang normal sampai abnormal, yaitu:
1. Ovulasi
Selama ovulasi, serviks menghasilkan cairan yang konsistensi maupun warnanya sangat mirip putih telur. Tekstur cairan yang seperti ini akan membantu sperma mencapai sel telur. Karena itulah, tekstur cairan semacam ini kerap dijadikan patokan bahwa wanita sedang dalam masa subur.
Akan tetapi menurut American Pregnancy Association, meningkatnya kadar estrogen juga dapat membuat vagina mengeluarkan cairan putih susu. Kondisi ini juga baik untuk membantu proses pembuahan sperma terhadap sel telur.
Jadi, bila Anda melihat adanya keputihan berwarna putih susu sekitar 12-14 hari sebelum haid, maka itu tandanya ovulasi sedang berlangsung.
2. Kehamilan
Ciri-ciri awal kehamilan adalah keluarnya cairan putih susu akibat menebalnya dinding vagina. Di waktu bersamaan, Anda mungkin juga akan melihat adanya bercak darah di luar waktu haid.
Kadang juga disertai kram perut yang sering disalahartikan sebagai pertanda mau haid, padahal sebetulnya janin sedang menempel (implantasi) di rahim.
Leukorea yang muncul selama kehamilan ini normal. Umumnya mulai ada pada trisemester ke-2 dan konsistensinya semakin pekat sepanjang kehamilan untuk melindungi vagina dari infeksi.
Baca Juga: 7 Wisata Malang Dekat Stasiun, Cocok Untuk Liburan Singkat
3. Stres
Anda mungkin tidak sadar bahwa keluarnya cairan putih susu dari vagina juga bisa disebabkan oleh stres. Walau kaitan keduanya masih belum jelas, namun para ahli menduga stres mampu meningkatkan produksi cairan putih vagina.
Hal ini cukup masuk akal, mengingat stres dapat merangsang produksi hormon yang berpengaruh pada sistem imun serta siklus haid. Bila disatukan, semua faktor ini berdampak pada keseimbangan bakteri di organ keintiman sehingga muncul keputihan berwarna putih susu.
4. Menopause
Keputihan berwarna putih susu juga merupakan salah satu gejala perimenopause (masa sebelum menopause). Pada masa ini, perubahan kadar hormon dalam tubuh membuat siklus haid jadi tidak teratur.
5. Siklus haid
Wajar bila cairan putih susu keluar sebelum atau setelah menstruasi karena terjadi perubahan hormon.
6. Dampak penggunaan kontrasepsi
Alat kontrasepsi, khususnya yang mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh, juga bisa meningkatkan jumlah cairan yang keluar dari vagina.
7. Hubungan intim
Keluarnya cairan putih susu dari vagina setelah berhubungan intim bisa dipicu oleh beberapa faktor berikut:
Pelumas vagina: ketika terangsang, tubuh wanita terkadang mengeluarkan cairan bertekstur creamy untuk membantu melumasi vagina. Pada kebanyakan kasus, memang konsistensi cairannya bening dan berair. Tubuh biasanya tetap menghasilkan cairan ini setelah hubungan intim selesai;
Lendir serviks: membantu proses pembuahan;
Ejakulasi sperma: jika hubungan intim dilakukan tanpa kondom, maka Anda mungkin dapat melihat cairan mani yang teksturnya creamy dan terkadang kental. Cairan tersebut sering disalahartikan sebagai cairan vagina.
Baca Juga: Viral, Objek Wisata Wonosalam Ini Dijamin Buat Liburan Kamu Susah Move On!
8. Infeksi jamur
Jika ketujuh kondisi di atas merupakan penyebab keputihan berwarna putih susu yang sifatnya normal, maka lain halnya dengan yang satu ini. Jika cairan vagina berwarna putih dengan tekstur menggumpal seperti krim dan tanpa disertai bau, maka hal ini bisa disebabkan oleh infeksi jamur Candida.
Infeksi jamur umumnya berkembang sebelum haid berlangsung. Gejala lain infeksi Candidiasis adalah vagina gatal, perih, serta bengkak. Menurut para ahli, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan berkembangnya jamur Candida dalam organ intim, yakni:
• Antibiotik
• Naiknya kadar estrogen
• Diabetes
• Melemahnya sistem imun
• Kelebihan berat badan (overweight)
Untuk mengatasi infeksi jamur, Anda dapat memanfaatkan sejumlah alami seperti berikut:
• Minyak kelapa, yang memiliki sifat antijamur;
• Cuka apel. kandungan asamnya mampu menyeimbangkan pH vagina dan mengurangi gatal;
• Yogurt dengan probiotik, mampu mengembalikan keseimbangan jumlah bakteri dalam tubuh sekaligus menyembuhkan infeksi.
9. Infeksi bakteri
Terganggunya keseimbangan jumlah bakteri dalam organ keintiman bisa memicu vaginosis bakterialis (BV). Gejala BV antara lain seperti keluarnya cairan putih susu keabuan disertai bau amis dan perih pada organ intim.
Penyebab vaginosis bakterialis bermacam-macam, mulai dari terlalu bersih ketika membilas organ keintiman, pemakaian produk tertentu, atau gonta-ganti pasangan seksual. Kabar baiknya, kasus BV ringan dapat disembuhkan sendiri di rumah dengan menggunakan:
• Probiotik, untuk meningkatkan kesehatan vagina;
• Tea tree oil atau minyak pohon teh, untuk membunuh bakteri berbahaya;
• Minyak kelapa, sebagai antibakteri.
Penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia juga dapat menyebabkan keputihan berwarna putih susu disertai sensasi perih saat buang air kecil. Oleh sebab itu, jika keputihan warna putih susu disertai gejala lain seperti vagina perih atau sakit, segeralah periksakan diri ke dokter.***
Artikel Terkait
Bupati Jombang Teken MoU dengan Ruang Temu Generasi Sehat Indonesia
Mendag Zulkifli Hasan Resmikan The Girl Fest 2023 di Mal Central Park Jakarta
Viral Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Irjen Dedi Prasetyo: Identifikasi Korban hingga Usut Penyebabnya
Anggota DPR Sartono Minta Penanganan Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Prioritaskan
Adanya Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Eddy Soeparno Segera Panggil Direksi Pertamina