Humas Menyapa, RSUD Jombang Mengenal Penyakit Dalam Tuberkulosis Laten

photo author
- Selasa, 16 Juli 2024 | 17:47 WIB
RSUD Jombang mengadakan dialog interaktif, Humas Menyapa dengan tema mengenal penyakit dalam Tuberkulosis Laten yang di bawakan oleh dr Nurlela Damayanti.Sp.P (Humas RSUD Jombang)
RSUD Jombang mengadakan dialog interaktif, Humas Menyapa dengan tema mengenal penyakit dalam Tuberkulosis Laten yang di bawakan oleh dr Nurlela Damayanti.Sp.P (Humas RSUD Jombang)


JOMBANG, MOCOSIK.COM - RSUD Jombang mengadakan dialog interaktif, Humas Menyapa dengan tema mengenal penyakit dalam Tuberkulosis Laten yang di bawakan oleh dr Nurlela Damayanti.Sp.P. di RSUD Jombang, Senin (08/07/2024).

Dalam dialog interaktif tersebut, dr Nurlela Damayanti.Sp.P menjelaskan, bahwa tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Gejala penyakit ini ditandai dengan batuk lebih dari dua minggu, nyeri dada, penurunan nafsu makan, berat badan menurun, dan berkeringat saat malam.

Baca Juga: Cegah Penyakit Degeneratif tidak Menular, Tim Medis Rehabilitasi RSUD Jombang Ajak Pasien Lansia Ikuti Latihan Menari Remik

Lebih lanjut, dr Nurlela menuturkan ada jenis TBC yang tidak menimbulkan gejala atau disebut tuberkulosis laten. Kondisi itu terjadi manakala bakteri TBC masuk dalam tubuh yang ditularkan pasien TBC aktif melalui percikan dahak, namun terhalang sistem imun tubuh sehingga bakteri tersebut tidak berkembang.

"TBC laten adalah seseorang dimana pertahanan sistem tubuhnya itu tidak mampu mengeliminasi kuman TBC secara sempurna, tetapi dia mampu mengontrolnya jadi tidak ada gejala,"terang dr Nurlela dalam program Humas Menyapa.

Berbeda dengan TB paru dengan gejala batuk batuk dahak, sesak, nyeri dada, badan lemah, kurang nafsu makan, BB turun dan berkeringat malam hari tanpa aktivitas.

Sedangkan pada Tuberkulosis Laten, ini tidak ada gejala sama sekali,thorak juga normal, tetapi dari hasil pemeriksaan skintes mantoux tes, didapatkan hasil yang positif.

Dokter spesialis paru itu memaparkan penyebab seseorang bisa mengalami TBC laten, karena kontak dengan pasien TBC aktif tanpa memakai proteksi. Selanjutnya, daya tahan tubuh rendah, kondisi sirkulasi udara yang kurang baik, bahkan perilaku merokok berpotensi menjadi faktor risiko.

"Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa orang-orang dengan perokok baik itu perokok aktif maupun pasif dia berisiko tiga kali lebih tinggi untuk terkena TBC aktif dibandingkan orang yang tidak merokok,"ujarnya.

Kendati tidak bergejala, namun TBC laten kata dr Ariani dapat menjadi aktif apabila tidak mendapatkan pengobatan.

"Bahayanya orang dengan TBC laten bukan tidak mungkin dalam lima tahun sejak awal dia mulai terinfeksi, maka sebanyak lima sampai sepuluh persen dia berpotensi menjadi sakit TBC tergantung daya tubuh,"imbuhnya.

Dr Nurlela menyebut, bahwa terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) sebagai program pemerintah untuk menuntaskan permasalahan TBC.

"Program itu memprioritaskan pada penderita HIV/AIDS, orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC aktif dan kelompok rentan termasuk anak di bawah usia lima tahun,"jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: Humas RSUD Jombang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

8 Makanan yang Bisa Membantu Mengatasi Asam Urat

Senin, 11 Agustus 2025 | 21:30 WIB
X