JOMBANG, MOCOSIK.COM - RSUD Jombang mengadakan dialog interaktif, Humas Menyapa dengan tema mengenal penyakit dalam Tuberkulosis Laten yang di bawakan oleh dr Nurlela Damayanti.Sp.P. di RSUD Jombang, Senin (08/07/2024).
Dalam dialog interaktif tersebut, dr Nurlela Damayanti.Sp.P menjelaskan, bahwa tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Gejala penyakit ini ditandai dengan batuk lebih dari dua minggu, nyeri dada, penurunan nafsu makan, berat badan menurun, dan berkeringat saat malam.
Lebih lanjut, dr Nurlela menuturkan ada jenis TBC yang tidak menimbulkan gejala atau disebut tuberkulosis laten. Kondisi itu terjadi manakala bakteri TBC masuk dalam tubuh yang ditularkan pasien TBC aktif melalui percikan dahak, namun terhalang sistem imun tubuh sehingga bakteri tersebut tidak berkembang.
"TBC laten adalah seseorang dimana pertahanan sistem tubuhnya itu tidak mampu mengeliminasi kuman TBC secara sempurna, tetapi dia mampu mengontrolnya jadi tidak ada gejala,"terang dr Nurlela dalam program Humas Menyapa.
Berbeda dengan TB paru dengan gejala batuk batuk dahak, sesak, nyeri dada, badan lemah, kurang nafsu makan, BB turun dan berkeringat malam hari tanpa aktivitas.
Sedangkan pada Tuberkulosis Laten, ini tidak ada gejala sama sekali,thorak juga normal, tetapi dari hasil pemeriksaan skintes mantoux tes, didapatkan hasil yang positif.
Dokter spesialis paru itu memaparkan penyebab seseorang bisa mengalami TBC laten, karena kontak dengan pasien TBC aktif tanpa memakai proteksi. Selanjutnya, daya tahan tubuh rendah, kondisi sirkulasi udara yang kurang baik, bahkan perilaku merokok berpotensi menjadi faktor risiko.
"Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa orang-orang dengan perokok baik itu perokok aktif maupun pasif dia berisiko tiga kali lebih tinggi untuk terkena TBC aktif dibandingkan orang yang tidak merokok,"ujarnya.
Kendati tidak bergejala, namun TBC laten kata dr Ariani dapat menjadi aktif apabila tidak mendapatkan pengobatan.
"Bahayanya orang dengan TBC laten bukan tidak mungkin dalam lima tahun sejak awal dia mulai terinfeksi, maka sebanyak lima sampai sepuluh persen dia berpotensi menjadi sakit TBC tergantung daya tubuh,"imbuhnya.
Dr Nurlela menyebut, bahwa terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) sebagai program pemerintah untuk menuntaskan permasalahan TBC.
"Program itu memprioritaskan pada penderita HIV/AIDS, orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC aktif dan kelompok rentan termasuk anak di bawah usia lima tahun,"jelasnya.
Artikel Terkait
4 Manfaat Susu Beruang yang Luar Biasa Bagi Kesehatan, Salah Satunya Menjaga Kesehatan Kulit
10 Manfaat Nanas yang Tidak Banyak Diketahui, Salah Satunya Mencegah Serangan Jantung
7 Manfaat Susu Kambing untuk Kesehatan dan Kecantikan yang Harus Kamu Ketahui
Gandeng Puskesmas Keboan, Mahasiswa Unipdu Jombang Gelar Pemeriksaan Kesehatan
Cegah Penyakit Degeneratif tidak Menular, Tim Medis Rehabilitasi RSUD Jombang Ajak Pasien Lansia Ikuti Latihan Menari Remik