Ketahui Gejala Penyebab Kanker Serviks dan Cara Pencegahannya

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Kamis, 9 Maret 2023 | 07:30 WIB
Ilustrasi Kanker serviks (mejorconsalud.as.com)
Ilustrasi Kanker serviks (mejorconsalud.as.com)

 

MOCOSIK.COM - Kanker Serviks adalah jenis kanker yang terjadi pada Serviks (bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina) dan terjadi karena infeksi Human Papillomavirus (HPV).

Virus ini merupakan penyebab utama Kanker Serviks dan menempati urutan kedua, di sebagian besar jenis kanker yang terjadi pada wanita setelah kanker payudara.

Kanker sServiks yang disebabkan oleh infeksi menular seksual dapat terjadi melalui kontak seksual baik anal, oral atau vagina. Kanker Serviks sering terjadi tanpa gejala tertentu. 

Baca Juga: Pendaftaran SPAN PTKIN Diperpanjang Hingga 7 Maret 2023

Namun, beberapa tanda potensial, termasuk pendarahan vagina setelah hubungan seksual, keputihan vagina berdarah, bau yang tidak menyenangkan, dan rasa sakit selama hubungan seksual.

Seperti jenis kanker lainnya, diagnosis Kanker sServiks dapat dengan cepat membantu perawatan dan perawatan. Anda dapat mengurangi risiko menderita kanker serviks dengan melakukan pemeriksaan dan tes vaksinasi yang dapat membantu melindungi diri Anda dari risiko infeksi dengan HPV.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Melakukan vaksin HPV. Untuk mencegah penularan infeksi HPV, Anda dapat mengurangi risiko Kanker Serviks dengan melakukan vaksin HPV dibagi menjadi 3 tahap injeksi

Lakukan pap pap. Tes ini berguna untuk menemukan kondisi Kanker Serviks yang mungkin terjadi. Pemeriksaan ini direkomendasikan untuk mereka yang berhubungan seks atau wanita di atas usia 21 tahun

Penggunaan kondom. Jika Anda ingin berhubungan seks, Anda harus menggunakan kondom. Ini bertujuan untuk mengurangi risiko kanker serviks yang dapat ditularkan antara suami. Selain itu, berhubungan seks yang sehat dan aman dan tidak mengubah pasangan Anda

Berhenti merokok kebiasaan. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko Kanker Serviks karena bahan kimia dalam asap rokok dapat berinteraksi dengan sel -sel serviks yang berkembang menjadi kanker, sehingga mereka harus berhenti merokok kebiasaan

Hindari menggunakan pil KB lama. Ini sering merupakan alternatif untuk mengurangi penggunaan kondom. Meskipun penggunaan pil KB selama lebih dari 5 tahun dapat meningkatkan risiko kKanker Serviks

Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks

Untuk mencegah Kanker Serviks, vaksin HP saat ini tersedia untuk mencegah infeksi HPV (HPV). Untuk anak -anak berusia di atas 15 tahun, vaksin HPV diberikan dalam 3 suntikan selama 6 bulan, yaitu pada bulan pertama dan bulan 3 dan injeksi terakhir dalam enam bulan ke depan.

Pemerintah berencana untuk memberikan vaksin HP secara gratis dan secara bertahap mulai tahun ini. Target menargetkan anak -anak antara usia 5 dan 6 sekolah dasar.

Vaksin HPV dimasukkan ke dalam jenis vaksin wajib sehingga jumlah total imunisasi rutin wajib di Indonesia, yang mencapai 14 jenis vaksin. Namun, orang lain yang ingin mendapatkan vaksin HPV independen masih bisa melakukan ini sendiri.

Vaksinasi HPV dapat diberikan pada wanita maupun pria dan akan lebih efektif jika diberikan sebelum seseorang pernah melakukan hubungan seks.

Untuk biaya vaksin HPV sendiri berkisar antara Rp700.000-1.000.000 untuk 1 kali vaksin sehingga untuk biaya keseluruhan terhadap 3 tahap suntikan berkisar di angka Rp3.000.000.

Vaksin HPV ini bertujuan untuk membantu melindungi diri dan mencegah Anda dari kemungkinan terkena Kanker Serviks, tetapi tidak dapat mengobati infeksi HPV jika sudah terjadi. Anak-anak usia 9-14 tahun pun direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin HPV sedini mungkin dengan 2 kali suntikan.

Bagi ibu hamil atau orang yang sedang menderita sakit berat tidak disarankan untuk menjalani vaksin HPV, termasuk mereka yang memiliki alergi berat.

Vaksin HPV mungkin dapat menimbulkan efek samping ringan, seperti rasa sakit, bengkak, atau kemerahan yang terjadi di tempat suntikan.

Efek samping lain yang mungkin terjadi setelah dilakukannya suntik vaksin HPV adalah sakit kepala, mual, muntah, lemas, pusing, hingga pingsan, tetapi hal tersebut sangat jarang terjadi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: berbagai sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

8 Makanan yang Bisa Membantu Mengatasi Asam Urat

Senin, 11 Agustus 2025 | 21:30 WIB
X