Viral Lamaran Ditolak Gegara Bawa Terlalu Banyak Tamu, Begini Ceritanya

photo author
- Jumat, 15 Agustus 2025 | 18:41 WIB
Wahyu Hidayat (37), warga Desa Krembangan, Kecamatan Sidoarjo, harus menerima kenyataan pahit setelah lamaran nikahnya ditolak pihak keluarga kekasih (Tiktok)
Wahyu Hidayat (37), warga Desa Krembangan, Kecamatan Sidoarjo, harus menerima kenyataan pahit setelah lamaran nikahnya ditolak pihak keluarga kekasih (Tiktok)

 

SURABAYA, MOCOSIK.COM – Wahyu Hidayat (37), warga Desa Krembangan, Kecamatan Sidoarjo, harus menerima kenyataan pahit setelah lamaran nikahnya ditolak pihak keluarga kekasih.

Penolakan itu terjadi hanya karena ia membawa rombongan tamu terlalu banyak saat prosesi lamaran.

Peristiwa yang viral di media sosial itu terjadi pada Minggu (22/6/2025) di rumah kekasihnya di kawasan Warugunung, Surabaya.

Wahyu datang dengan membawa berbagai seserahan bernilai belasan juta rupiah, mulai dari cincin, kalung, baju, sepatu, hingga handphone. 

Baca Juga: Viral Truk Diduga Serempet hingga Bikin Lecet Porsche Mewah, Respon Santai sang Pemilik Mobil Bikin Takjub Warganet!

Anehnya, meski lamaran ditolak, seserahan tersebut tetap diterima keluarga calon mempelai wanita.

Menurut Wahyu, sebelumnya telah ada kesepakatan bahwa jumlah tamu dari pihak laki-laki dibatasi maksimal 25 orang. Namun, karena antusias keluarga dan kerabat, jumlah yang hadir membludak hingga sekitar 40 orang.

"Yang datang itu semua keluarga dan teman dekat. Saya nggak nyangka itu akan jadi masalah besar. Tiba-tiba pas acara selesai, saya dipanggil sendirian dan dibilang, 'kenapa tamunya banyak sekali? Sudah, batal saja lamarannya. 'Saya nggak bisa berkata apa-apa lagi," ujar Wahyu, Rabu (13/8/2025).

Ia enggan membeberkan identitas keluarga maupun calon istrinya, hanya menyebut calon mempelai wanita merupakan guru PAUD berusia 27 tahun. Hubungan mereka terjalin selama lima bulan dan sempat intens bertemu setiap akhir pekan.

Penolakan mendadak itu membuat Wahyu terpukul. Selama sepekan ia mengalami depresi berat hingga sempat terlintas pikiran untuk mengakhiri hidup.

"Waktu itu saya syok, sempat nggak bisa tidur, bahkan sempat berpikir buat bunuh diri,"ungkapnya.

Kekecewaan Wahyu bertambah karena pembatalan lamaran tidak disampaikan langsung kepada keluarganya. Mereka justru mengetahui kabar tersebut dari unggahan di media sosial TikTok.

Keluarga Wahyu mengaku terpukul dan kecewa berat. Menurut mereka, alasan pembatalan lamaran terlalu berlebihan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X