SRAGEN, MOCOSIK.COM – Di usia yang seharusnya diisi dengan belajar di bangku sekolah, Hendi Saputro pernah menghabiskan waktunya bekerja di bengkel.
Bukan tanpa alasan. Kondisi ayahnya yang terserang stroke membuatnya harus menunda pendidikan dan membantu memenuhi kebutuhan hidup.
Namun kini, di tengah keterbatasan itu, harapan yang sempat padam kembali menyala. Melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, Hendi menemukan kembali jalan untuk melanjutkan pendidikan dan merajut masa depan.
Remaja asal Plosorejo, Bendungan, Kedawung, Kabupaten Sragen ini pernah menghadapi kenyataan pahit: putus sekolah setelah lulus SD. Sejak ibunya meninggal tujuh tahun lalu saat ia masih berusia 9 tahun, kehidupan Hendi dan adiknya berubah drastis.
Ayahnya yang tak lagi mampu bekerja karena stroke, mereka bertahan hidup dalam kondisi serba terbatas. Sang nenek harus mencari sisa-sisa karet untuk dijual, sementara kakeknya bekerja sebagai juru kunci makam. Di tengah kondisi itu, pendidikan menjadi sesuatu yang sulit dijangkau.
Baca Juga: Kala Warga dan Anak-Anak Sekolah Antusias Sapa Prabowo di Magelang
“Dulu lulus SD, saya mau lanjut SMP gak bisa karena bapak saya stroke, (beliau) gak bisa menafkahi,” cerita Hendi.
Alih-alih melanjutkan sekolah, Hendi memilih bekerja di bengkel. Dari pekerjaan itu, ia memperoleh sekitar Rp150.000 per pekan, yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makan hingga memberi uang saku untuk adiknya.
Kehidupan yang keras di usia muda itu sempat membuat mimpinya tertunda. Namun kesempatan datang ketika ia diterima di Sekolah Rakyat. Kini, Hendi kembali mengenakan seragam sekolah. Ia kembali belajar, sesuatu yang dulu terasa mustahil baginya.
“Banyak banget (fasilitasnya) disini lengkap semua. Dari tas dikasih, laptop dikasih, fasilitas untuk belajar juga dikasih. Gratis semua,” kata Hendi.
Tak hanya itu, kebutuhan dasar seperti makan pun terjamin. Ia mengaku kini bisa mendapatkan makan tiga kali sehari, ditambah dua kali snack—sesuatu yang sebelumnya tidak selalu ia rasakan.
Bagi Hendi, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Ini adalah titik balik dalam hidupnya, tempat di mana ia kembali membangun mimpi yang sempat terhenti. “Cita-cita saya ingin kerja di Jepang,” katanya.
Dengan semangat baru, Hendi kini menatap masa depan dengan lebih optimistis. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan melalui program Sekolah Rakyat.
Artikel Terkait
Oknum Polisi dan ASN Nganjuk Digerebek di Kontrakan, Mobil Dirusak Warga
Kronologi Penggerebekan Oknum Polisi dan ASN Nganjuk di Rumah Kontrakan, Berawal dari Pembuntutan
Iran Buka Selat Hormuz, Stabilitas Energi Indonesia Kian Terjamin
Suami Depresi, Ibu Buruh Tani Bangga Anaknya Kini Bisa Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat dari Pemerintah
Warga Gembira, Prabowo Bangun Lagi Jembatan Penghubung Klaten–Yogya yang Sempat Hanyut
Di Tengah Sidak Gudang Bulog di Magelang, Prabowo Sapa dan Foto Bareng Pegawai