"Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat. Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab,"kata Vega.
Enam belas jam setelah meninggalkan titik keberangkatan, kabar yang ditunggu akhirnya tiba. Pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB, Gamsunoro berhasil melewati titik kritis Selat Hormuz dan mencapai wilayah yang dinyatakan aman.
Momen itu sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak kapal tertahan akibat memanasnya situasi geopolitik di kawasan.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa koordinasi lintas lembaga, perencanaan yang matang, dan disiplin dalam penerapan standar keselamatan mampu menjaga kelancaran operasional bahkan di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
Sementara itu, armada PIS lainnya, yakni VLCC Pertamina Pride, masih berada di kawasan Teluk Arab dan tengah menjalani tahap persiapan untuk melakukan pelayaran.
Perusahaan terus mengevaluasi perkembangan situasi keamanan, lalu lintas pelayaran, serta berbagai risiko lainnya sebelum menentukan waktu keberangkatan.
"Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,"pungkas Vega.***
Artikel Terkait
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui
Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Prabowo: Rakyat Harus Rasakan Manfaat Nyata
Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier dengan Upacara Kenegaraan dan 120 Pasukan Berkuda
Prabowo Ingin Perluas Peluang Kerja WNI ke Jerman hingga Sektor Teknologi Tinggi