PBNU Tunjuk Asrorun Ni'am Jadi Rais Karteker PWNU Jambi, Dinilai Sinyal Kuat Regenerasi Kepemimpinan NU

photo author
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:43 WIB
PBNU menunjuk Asrorun Ni'am sebagai Rais Karteker PWNU Jambi (Promedia Group)
PBNU menunjuk Asrorun Ni'am sebagai Rais Karteker PWNU Jambi (Promedia Group)

 

JOMBANG, MOCOSIK.COM – Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menunjuk Prof. Dr. KH. M. Asrorun Ni'am Sholeh sebagai Rais Karteker Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jambi dinilai menjadi sinyal kuat arah regenerasi kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 818/PB.01/A.II.01.44/99/08/2026 tentang Pembekuan dan Penunjukan Karteker PWNU Provinsi Jambi Masa Kerja 2026.

Melalui keputusan itu, PBNU membekukan kepengurusan PWNU Jambi sebelumnya sekaligus membentuk tim karteker yang bertugas menjalankan roda organisasi dan menyelenggarakan Konferensi Wilayah paling lambat enam bulan sejak keputusan diterbitkan.

Baca Juga: Kapolres Jombang Beri Penghargaan Personel Berprestasi, Tegaskan Komitmen Zero Miras Jelang Muktamar NU ke-35

Selain dipercaya sebagai Rais Karteker PWNU Jambi, Asrorun Ni'am selama ini dikenal sebagai Ketua Umum Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang aktif mendorong penguatan kaderisasi dan pengembangan kepemimpinan generasi muda NU di berbagai daerah.

Dinilai Jadi Simbol Regenerasi Kepemimpinan NU

Direktur Eksekutif INTRAPOLS, Bustomi, menilai penunjukan Asrorun Ni'am bukan sekadar keputusan administratif, melainkan mencerminkan kepercayaan PBNU terhadap figur muda yang dinilai memiliki kapasitas memimpin organisasi besar.

"Kepercayaan ini bukan sekadar penunjukan administratif. PBNU sedang mengirimkan pesan bahwa regenerasi kepemimpinan NU berjalan dengan menempatkan figur yang memiliki integritas, pengalaman, dan kemampuan tata kelola organisasi yang kuat," ujar Bustomi, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, Asrorun Ni'am memiliki rekam jejak yang lengkap, mulai dari bidang keagamaan, pendidikan, organisasi hingga kebijakan publik. Modal tersebut dinilai penting untuk mengawal proses konsolidasi organisasi secara objektif sekaligus menjaga marwah jam'iyah Nahdlatul Ulama.

Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Bustomi menilai tantangan NU saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Selain menjaga tradisi keagamaan, NU juga dituntut mampu memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat regenerasi kader, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Menurutnya, pengalaman Asrorun Ni'am memimpin berbagai organisasi nasional menjadi bekal penting dalam membangun komunikasi dengan seluruh elemen NU di daerah. 

Baca Juga: Jelang Muktamar NU ke 35, Pemkab Jombang Percepat Perbaikan Jalan, Drainase dan Penyiapan Lahan Parkir

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X