JAKARTA, MOCOSIK.COM - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.
Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.
Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.
Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.
Baca Juga: Temui Serikat Buruh di Jakarta, Kapolri Dorong Dialog dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.
Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.
"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui," tegas Fadli Zon.
Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.
"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,"pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pesan Tegas Para Pejabat Usai Dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara Jakarta
Mudik Gratis 2026, Dishub Jombang Kirim 6 Bus ke Jakarta Jemput 300 Perantau Pulang Lebaran
Kadishub Jombang Pantau Kedatangan 6 Bus Mudik Gratis dari Jakarta di Terminal Kepuhsari
Dishub Jombang Fasilitasi Mudik–Balik Gratis Lebaran 2026, Ratusan Warga Terlayani Rute Jakarta–Jombang
Perumda Tirta Kencana Jombang Sabet Medali Golden TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta
Prabowo Jajal KA Nusantara Explorer dari Batang ke Jakarta, Sapa Hangat Warga