Panitia juga menerapkan sistem pemindaian barcode di sejumlah titik untuk memastikan peserta benar-benar menyelesaikan perjalanan.
Sistem tersebut sekaligus menjadi upaya Ngalam Folding Bike mencegah terjadinya kecurangan selama kegiatan berlangsung.
“Jadi untuk menghindari cheating atau kecurangan dari peserta yang mungkin dari start langsung nyilindung, tiba-tiba sampai di finish,” jelas Doni.
Peserta akan melakukan pemindaian saat berada di titik start, dua check point, serta finish. Dengan demikian, terdapat empat kali pemindaian yang harus dilakukan.
“Untuk di check point ada 2, kemudian untuk di start dan finish masing-masing 1. Jadi totalnya ada 4,” katanya.
Menurut Doni, sistem tersebut menggunakan aplikasi yang dikembangkan sendiri oleh Ngalam Folding Bike.
Peserta yang memenuhi seluruh ketentuan berhak mengikuti pengundian hadiah secara adil.
“Peserta wajib untuk dilakukan scan barcode oleh panitia,” ujarnya.
Doni berharap M112 dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi para peserta, baik dari sisi rute maupun rangkaian kegiatan yang disiapkan panitia.
“Jadi untuk kali ini M112 kami mencoba menyajikan suatu hal yang benar-benar bisa dinikmati oleh para peserta, baik itu Grand Prize-nya, baik itu rutennya, maupun makanannya,” pungkas Doni.***
Artikel Terkait
Kodim 0814/Jombang Tutup Dandim Cup I 2026, Baveti Malang Sabet Juara Umum
Libur Panjang Januari 2026, Polres Malang Tingkatkan Patroli di Tempat Wisata
Momen Ratusan Ribu Warga NU Berdiri Bersholawat Sambut Prabowo di Stadion Gajayana Malang
Jelang Ramadan, Satgas Saber Pangan Polresta Malang Kota Pantau Harga Bapokting
Pengedar Sabu di Malang Dibekuk Polisi, 12 Paket Narkotika Siap Edar Disita