GP Al Washliyah DKI Tolak Provokasi Jelang Aksi 27 Agustus di DPR RI

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16 WIB
Ketua PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dedi Siregar saat menyampaikan sikap terkait rencana aksi 27 Agustus 2026 di Gedung DPR RI (Promedia Group)
Ketua PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dedi Siregar saat menyampaikan sikap terkait rencana aksi 27 Agustus 2026 di Gedung DPR RI (Promedia Group)

Karena itu, PW GP Al Washliyah DKI Jakarta meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial, terutama narasi yang belum terverifikasi dan berpotensi memicu konflik.

Pemuda Diminta Jadi Pendingin Suasana

Dedi juga mengajak kalangan pemuda untuk mengambil peran dalam menjaga kondusivitas Jakarta.

Menurutnya, generasi muda harus menjadi bagian dari solusi dan tidak ikut menyebarkan informasi provokatif yang dapat memperkeruh suasana.

"Generasi muda harus berada di garis depan dalam menjaga persatuan. Kami pemuda menjadi pendingin suasana, bukan menjadi bensin yang memperbesar api konflik,"tegasnya.

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta menegaskan pihaknya tidak alergi terhadap kritik maupun demonstrasi. Aksi menyampaikan pendapat dinilai sebagai bagian penting dari demokrasi.

Namun, kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab dan tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan intimidasi, provokasi, kekerasan, ataupun perusakan fasilitas negara.

Jaga Jakarta, Jaga Persatuan

Dedi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif. Perbedaan pandangan, sikap, maupun pilihan politik, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk mempertentangkan sesama anak bangsa.

"Indonesia terlalu besar untuk dipertaruhkan oleh kepentingan kelompok. Persatuan bangsa jauh lebih penting daripada kepentingan sesaat,"imbuhnya. 

Baca Juga: Aliansi Masyarakat Jakarta Ajak Semua Pihak Jaga Jakarta Tetap Kondusif

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta pun menyampaikan tujuh poin sikap. Pertama, menolak segala bentuk provokasi yang mengatasnamakan rakyat apabila berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, menegaskan AMPB, ARIB, dan ARPI tidak memiliki legitimasi untuk mengklaim mewakili seluruh rakyat atau bangsa Indonesia.

Ketiga, menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi, tetapi meminta aksi dilakukan secara damai dan tidak berubah menjadi provokasi maupun tindakan anarkis.

Keempat, menolak segala tindakan yang dapat memicu kekacauan di Jakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:00 WIB
X