Dirgayuza menambahkan, format buku dipilih karena banyaknya inovasi kebijakan publik yang telah dijalankan Presiden Prabowo. Di sisi lain, informasi yang beredar di media sosial dinilai belum mampu menggambarkan secara utuh berbagai program dan solusi yang telah dilaksanakan pemerintah.
“Saking banyaknya inovasi kebijakan publik yang dilakukan oleh Bapak Presiden, dan kapasitas media sosial yang semakin hari semakin sempit dari sisi apa yang bisa disampaikan, publik ini sepertinya lost track. Bahkan mungkin pejabat-pejabat di lingkungan kabinet pun lost track Bapak Presiden sudah melakukan apa saja,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa buku tersebut disusun dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat luas, tanpa membahas teori-teori kebijakan publik yang rumit.
“Jadi kami mencoba menyampaikan ini semudah mungkin di dalam buku ini, ini bukan buku kebijakan publik. Tidak ada teori-teori di sini. Langsung apa yang dipermasalahkan dan apa yang disolusikan oleh Presiden satu per satu, before-afternya, dan juga data-data statistiknya,” tuturnya.***