nasional

Kematian Wanita di Kos Jogoroto Jombang Diduga Akibat Penganiayaan, Polisi Bongkar Makam untuk Otopsi

Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Polisi bongkar makam Khoiriah yang tewas di kos Jogoroto Jombang (dok.istimewa)

 


JOMBANG, MOCOSIK.COM – Kasus kematian seorang perempuan bernama Khoiriah alias Puji yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah rumah kos di Desa Jogoroto, Kabupaten Jombang, mulai menemukan titik terang.

Aparat kepolisian menduga terdapat unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut sehingga dilakukan pembongkaran makam atau ekshumasi untuk kepentingan penyelidikan.

Proses ekshumasi dilakukan pada Minggu (14/6/2026) di Tempat Pemakaman Umum Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. 

Baca Juga: Honda City Tabrak Truk Gandeng di Tol Jombang, Satu Penumpang Meninggal di Lokasi

Langkah tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan indikasi adanya tindak pidana penganiayaan yang diduga berkaitan dengan kematian korban.

Kapolsek Peterongan, AKP Solihin Budi Santoso menjelaskan bahwa pembongkaran makam dilakukan untuk kepentingan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

"Pembongkaran makam dilakukan untuk kepentingan penyelidikan karena ada dugaan penganiayaan terhadap korban yang meninggal di wilayah Jogoroto. Otopsi ini penting untuk melengkapi alat bukti,"terangnya di lokasi pemakaman.

Dalam proses tersebut, polisi melibatkan tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk melakukan pemeriksaan medis terhadap jenazah korban.

Meski sempat terdapat keberatan dari pihak keluarga, proses hukum tetap dilaksanakan demi mengungkap fakta yang sebenarnya.

Menurut AKP Solihin, penyidik memiliki kewajiban untuk mengusut tuntas kasus tersebut karena ditemukan indikasi tindak pidana yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Karena sudah mengarah pada tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian, maka kami wajib menelusuri kebenarannya melalui proses otopsi,"ungkapnya.

Sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah kosnya pada Jumat (12/6/2026) siang. Saat itu, pihak keluarga menyampaikan kepada warga bahwa korban diduga terpeleset di kamar mandi hingga tidak sadarkan diri.

Karena menganggap peristiwa tersebut sebagai kecelakaan, jenazah korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Pajaran dan dimakamkan tanpa adanya laporan resmi kepada pihak kepolisian.

Halaman:

Tags

Terkini