nasional

Apresiasi Ekraforia 2026, ICCN Dorong Pemkab Lakukan Creative Placemaking Kawasan Bersejarah Bengkalis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:32 WIB
Ketua Harian ICCN Sam Vicky Herinadharma menyampaikan apresiasi terhadap Ekraforia 2026 dan mendorong pengembangan kawasan bersejarah Bengkalis sebagai ruang kreatif (Promedia Teknologi Indonesia)

 

BENGKALIS, MOCOSIK.COM - Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Sam Vicky Herinadharma, mengapresiasi penyelenggaraan Ekraforia 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Bengkalis Creative Network (BCN).

Sam Vicky menilai Kabupaten Bengkalis memiliki modal budaya dan sejarah yang sangat kuat untuk dikembangkan menjadi kekuatan baru dalam ekonomi kreatif.

Menurutnya, posisi strategis Bengkalis di Selat Malaka, tradisi maritim, seni, kriya, kuliner serta berbagai jejak sejarah merupakan cultural capital yang dapat diolah dan dikembangkan secara kreatif.

"Ekraforia ini menjadi langkah yang baik untuk menghidupkan kembali ruang-ruang yang memiliki nilai sejarah melalui kreativitas. Bengkalis memiliki cultural capital yang sangat kuat dan ini bisa menjadi kekuatan baru ekonomi kreatif," ujar Sam Vicky dalam sambutannya pada pembukaan Ekraforia di Jail Huis Van Bewaring Jalan Pahlawan, Bengkalis, Jum'at (14/8/2026) malam. 

Baca Juga: Malang Jadi Tujuan Ratusan Pesepeda, M112 Ngalam Folding Bike Angkat Potensi Wisata dan UMKM

Vicky mendorong Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mengembangkan konsep creative placemaking terhadap bangunan dan kawasan bersejarah. Salah satunya Jail Huis Van Bewaring yang dikenal masyarakat sebagai Penjara Belanda..

Sam Vicky menyebut bangunan tersebut memiliki peluang untuk direvitalisasi dan diberikan kehidupan baru sebagai Bengkalis Heritage Creative Hub.

"Transformasi ini bukan sekadar konservasi bangunan, tetapi bagaimana menghadirkan ruang baru tempat heritage, culture, creativity, community, dan technology bertemu,"cakapnya lagi.

Kawasan tersebut, katanya, dapat dikembangkan menjadi berbagai ruang kreatif, seperti heritage gallery, ruang komunitas, studio kreator, workshop kriya dan fesyen, kuliner Melayu, creative market, ruang pertunjukan hingga digital storytelling dan media arts yang menceritakan Bengkalis kepada generasi baru.

Dengan konsep tersebut, Vicky percaya, bangunan bersejarah tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi dapat diaktifkan menjadi ruang kreativitas, destinasi budaya, ruang interaksi masyarakat sekaligus sumber ekonomi baru.

"Jadi kita tidak hanya menjaga warisan, tetapi mengaktifkannya. Ketika heritage bisa menjadi ruang kreativitas dan ekonomi, maka sejarah tidak berhenti sebagai masa lalu, tetapi menjadi bagian dari masa depan Bengkalis," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi Bengkalis Creative Network bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam penyelenggaraan Ekraforia 2026. Ia berharap kegiatan seperti Ekraforia dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif Bengkalis.

"ICCN mengapresiasi apa yang dilakukan kawan-kawan Bengkalis Creative Network bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mendorong penguatan SDM ekonomi kreatif menuju Kota Kreatif Dunia," pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Kado Kemerdekaan, Indonesia Ekspor Beras ke Malaysia

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:00 WIB