Kelima, mendorong Jakarta menjadi ruang penyampaian aspirasi secara damai, bukan arena konfrontasi.
Keenam, mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan dialog dan mekanisme konstitusional.
Ketujuh, PW GP Al Washliyah DKI Jakarta menyerukan: tolak provokasi, tolak aksi konfrontatif, jaga persatuan, dan jaga kedamaian Jakarta.
"Jaga persatuan. Jaga demokrasi. Jaga marwah negara,"pungkas Dedi.***