Komitmen tersebut semakin konkret pada Agustus 2026. Gubernur Bali Wayan Koster menetapkan lima wilayah, yakni Nusa Dua, Kuta, Ubud, Sanur, dan Kepulauan Nusa Penida, untuk dikembangkan sebagai kawasan rendah emisi.
Salah satu pilar utama kebijakan tersebut adalah Green Mobility, yakni penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Bali dengan demikian mulai bergerak dari sekadar kampanye kendaraan listrik menuju pembentukan kawasan yang secara nyata mendorong penggunaan transportasi rendah emisi.
Raine menegaskan, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan peluang menekan biaya operasional harian melalui penggunaan kendaraan listrik.
EV GO juga menegaskan bahwa EV GO Fleet tidak diposisikan sebagai pesaing platform transportasi daring seperti Gojek maupun Grab. Sebaliknya, EV GO ingin menjadi bagian dari infrastruktur kendaraan dan energi yang dapat digunakan oleh pengemudi yang telah berada dalam ekosistem transportasi daring.
Konsep tersebut membuat EV GO berada pada posisi yang berbeda dengan perusahaan ride-hailing.
EV GO berfokus pada kendaraan, teknologi, energi, dan infrastrukturnya, sementara pengemudi tetap dapat bekerja melalui platform transportasi yang telah mereka gunakan.
Raine Renaldi mengatakan, penggunaan kendaraan listrik hasil konversi juga dapat diperluas untuk mendukung aktivitas ekonomi dan operasional di kawasan wisata.
“Kita bisa mulai program konversi kendaraan pada kegiatan niaga dan juga kendaraan dinas yang beroperasi di kawasan wisata,” imbuh Raine Renaldi.
Menurut Raine, konversi kendaraan menjadi listrik juga berpotensi meningkatkan efektivitas dan produktivitas usaha, khususnya bagi pelaku usaha yang menggunakan kendaraan secara intensif.
“Pasti akan terasa jauh lebih efisien bagi pelaku usaha seperti rental dan juga ojol, dan ini sangat berpengaruh pada produktivitas,” ucap Raine.
Program yang diuji EV GO juga tidak berhenti pada penggantian mesin bensin dengan motor listrik.
Setelah dikonversi, EV GO merancang kendaraan agar dapat masuk ke dalam sebuah ekosistem digital yang mencakup battery ecosystem, battery swapping, fleet management, dan digital vehicle system.
Dalam pengembangannya, EV GO juga membawa konsep integrasi Artificial Intelligence (AI) dan blockchain untuk membangun ekosistem smart vehicle yang lebih aman dan efisien.