Dengan konsep tersebut, kendaraan lama yang sebelumnya bergantung kepada BBM diharapkan dapat bertransformasi menjadi kendaraan listrik yang terkoneksi dengan infrastruktur energi dan sistem digital.
Momentum ini membuat uji coba kendaraan konversi EV GO kepada pengemudi ojol menjadi relevan dengan arah pembangunan Bali pada 2026.
EV GO membawa visi untuk mendorong konversi hingga 1 juta sepeda motor di Bali secara bertahap. Target tersebut membutuhkan kolaborasi besar antara pemerintah, swasta, bengkel konversi, industri baterai, lembaga pembiayaan, komunitas, dan pengguna kendaraan.
Target tersebut bukan pekerjaan sederhana. Karena itulah, uji coba kepada komunitas ojol menjadi penting.
Pengemudi dengan utilisasi kendaraan tinggi dapat memberikan gambaran nyata mengenai performa kendaraan hasil konversi ketika digunakan sehari-hari, pola konsumsi baterai, kebutuhan titik penukaran baterai, serta potensi penghematan operasional.
Data dan pengalaman dari lapangan kemudian dapat menjadi salah satu dasar untuk mengembangkan model implementasi dalam skala yang lebih luas.
Selain melakukan sosialisasi kepada pengemudi ojol, EV GO juga menggunakan momentum Coinfest Asia 2026 di Bali untuk memperkenalkan kendaraan hasil konversinya kepada komunitas yang lebih luas.
Raine menambahkan, Dalam program tersebut, EV GO membawa kendaraan listrik konversi untuk digunakan sebagai bagian dari aktivitas mobilitas peserta sekaligus mengkampanyekan penyediaan 10.000 perjalanan gratis selama rangkaian kegiatan.
"Strateginya sederhana: masyarakat tidak hanya diperlihatkan kendaraan listrik, tetapi juga diberi kesempatan untuk merasakan langsung pengalaman menggunakannya"jelasnya
Bagi EV GO, Coinfest juga menjadi ruang untuk mempertemukan industri kendaraan listrik dengan teknologi digital, investasi, blockchain, dan Web3-sejalan dengan rencana perusahaan mengembangkan kendaraan konversi menjadi bagian dari ekosistem smart vehicle.
Baca Juga: Tiba di Bali, Prabowo Kunjungi Lokasi Bencana Banjir
Bali memiliki kombinasi yang relatif unik untuk menjadi laboratorium kendaraan listrik. Wilayahnya terkonsentrasi, penggunaan sepeda motor tinggi, industri pariwisata membutuhkan transportasi yang lebih bersih, dan pemerintah daerah saat ini secara aktif mendorong Green Energy dan Green Mobility.
Karena itu, keberhasilan program konversi tidak semata-mata dapat diukur dari berapa banyak motor yang berhasil diubah menjadi listrik.
Ukuran yang lebih penting adalah apakah kendaraan tersebut benar-benar lebih ekonomis untuk digunakan, memiliki infrastruktur energi yang memadai, aman, mudah dirawat, dan dapat digunakan secara intensif oleh masyarakat.
Uji coba EV GO bersama komunitas ojol Bali pada 2026 mencoba menjawab pertanyaan tersebut dari jalan raya, bukan hanya dari laboratorium.