Yuk, Intip Keindahan Budaya Masjid Cheng Ho Surabaya

photo author
- Jumat, 10 Maret 2023 | 15:10 WIB
Masjid Cheng Ho Surabaya ini memiliki keunikan dengan akulturasi budaya Islam dan Tionghoa yang kental (Fanspage @Indonesia Itu Asik)
Masjid Cheng Ho Surabaya ini memiliki keunikan dengan akulturasi budaya Islam dan Tionghoa yang kental (Fanspage @Indonesia Itu Asik)

 

MOCOSIK.COM - Masjid Cheng Ho Surabaya - Halo, para pembaca setia! Kabar baik untuk kalian yang berada di kota Surabaya dan sedang mencari tempat wisata yang unik dan menarik. Ada satu destinasi yang wajib kamu kunjungi untuk menghabiskan liburan yang luar biasa di kota ini.

Surabaya tidak hanya terkenal dengan destinasi wisata alam dan kuliner, tetapi juga memiliki masjid yang menjadi bukti tingginya toleransi di Indonesia. Ini dia, Masjid Cheng Ho Surabaya!

Mengapa kamu harus berkunjung ke Masjid Cheng Ho saat berada di Surabaya? Seperti namanya, masjid ini memiliki keunikan dengan akulturasi budaya Islam dan Tionghoa yang kental. 

Baca Juga: Viral, Objek Wisata Wonosalam Ini Dijamin Buat Liburan Kamu Susah Move On!

Bangunan Masjid Cheng Ho Surabaya menonjol dengan warna merah yang dominan, yang terlihat seperti klenteng dengan perpaduan arsitektur bergaya Arab dan Tionghoa. Oleh karena itu, jika kamu menyukai wisata budaya dan religi, maka tempat Masjid Cheng Ho Surabaya, ini harus masuk dalam daftar kunjungan kamu.

Lokasi masjid ini sangat strategis dan mudah dijangkau oleh berbagai jenis transportasi. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, kunjungi Masjid Cheng Ho Surabaya yang unik di Surabaya dan pelajari lebih banyak tentang sejarah Islam serta kisah Laksamana Cheng Ho yang terkenal.

Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Operasional

Masjid ini berlokasi di Jalan Gading No. 2, Ketabang, Surabaya. Tepatnya di belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Jika dimulai dari Balai Kota Surabaya, kamu hanya perlu melakukan perjalanan sekitar 4 menit untuk tiba di lokasi.

Kamu bisa mengunjunginya mulai pukul 4 pagi hingga 10 malam secara gratis. Jadi, buat sobat Mocosik yang berlibur ke Surabaya, wajib banget deh datang dan melihat indahnya toleransi antar suku dan agama yang tergambar indah di arsitekturnya.

Jam & hari buka: setiap hari, pukul 04.00-22.00 WIB

Alamat: Jl. Gading No.2, Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60272 (Cek di Google Maps)

Aktivitas & Fasilitas di Masjid Cheng Ho Surabaya

1. Mengetahui Sejarah Masjid Cheng Ho Surabaya

Yuk menelusuri sejarah pembangunan Masjid Cheng Ho Surabaya unik satu ini, sobat Mocosik. Masjid ini membutuhkan waktu 1 tahun dalam pembangunan Masjid Cheng Ho Surabaya dan diresmikan sekitar tahun 2003, tepat di hari Isra Miraj.


Nama Cheng Ho sendiri merupakan bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho yang punya andil dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia. Sekitar tahun 1405-1433, tercatat Laksamana Cheng Ho pernah mendarat di sejumlah lokasi di Indonesia seperti Aceh, Palembang, dan Semarang. 

Baca Juga: 7 Wisata Malang Dekat Stasiun, Cocok Untuk Liburan Singkat

Berbeda dengan para penjajah yang kedatangannya bertujuan untuk menguasai wilayah Indonesia, Cheng Ho justru datang membawa kedamaian. Inilah yang membuat beliau mendapat sambutan baik dari raja maupun rakyat Indonesia kala itu.

Pada beberapa tempat di Indonesia, kamu bisa menemukan sejumlah bangunan yang didirikan untuk mengenang kedatangan Cheng Ho. Sebut saja Klenteng Sam Poo Kong di Semarang dan Masjid Cheng Ho di Surabaya ini.

2. Mengagumi Keindahan Arsitektur Masjid

Punya tampilan berbeda dengan masjid pada umumnya, arsitektur Masjid Cheng Ho Surabaya ini dibuat lebih unik karena memadukan gaya Arab dan Tionghoa yang sekilas mirip dengan bangunan klenteng.

Sesuai dengan budaya Tionghoa, warna merah yang mendominasi arsitektur masjid merupakan simbol dari kebahagiaan. Warna kuning diartikan sebagai lambang kedamaian, sementara warna hijau bermakna kemakmuran.

Pada beberapa bagian, kamu akan menemukan sejumlah ornamen dari masing-masing budaya. Misalnya bentuk atap yang menyerupai pagoda hingga tulisan Arab di bagian dinding.

3. Mempelajari Filosofi Penuh Makna di Arsitektur Masjid Cheng Ho Surabaya

Saat memasuki masjid ini kamu akan menemukan tangga di samping kanan dan kiri dengan jumlah anak tangga yaitu 5 yang diartikan rukun Islam, sedangkan angka 6 menyimbolkan rukun iman.

Ketika melewati pintu masjid pun kamu nggak akan menemukan daun pintu. Hal tersebut melambangkan bahwa Masjid Cheng Ho Surabaya terbuka untuk siapa saja tanpa melihat golongan.

Atapnya juga didesain mirip sarang laba-laba yang menurut sejarah Islam telah ikut membantu menyelamatkan Nabi Muhammad saat dikejar oleh pasukan Kuraisy. Selain itu, dalam budaya Tionghoa, angka 8 dianggap sebagai angka keberuntungan.

Bahkan, luas bangunan Masjid Cheng Ho Surabaya 11 x 9 meter ini memiliki filosofi tersendiri. Angka 11 simbol ukuran bangunan Ka’bah, sedangkan 9 bermakna Wali Songo yang memiliki kontribusi besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa.

4. Berfoto di Spot Instagramable

Masjid unik satu ini tentu saja penuh dengan spot Instagramable yang bisa kamu abadikan. Kamu bisa berfoto tepat di halaman depan masjid, atau bahkan beberapa sudut bangunannya. Salah satunya yang paling terkenal adalah relief wajah Laksamana Cheng Ho di bagian utara Masjid Cheng Ho. 

Baca Juga: 7 Wisata di Trawas yang Lagi Hits, Sangat Menakjubkan!

Terdapat juga replika kapal yang digunakan Laksamana Cheng Ho saat melakukan ekspedisi untuk tujuan berdagang sekaligus berdakwah agama Islam.

5. Menikmati Fasilitas Umum di Sekitar Masjid Cheng Ho

Selain bangunan masjidnya sendiri, di sekitar Masjid Cheng Ho Surabaya juga terdapat fasilitas lain seperti taman kanak-kanak, lapangan olah raga, gedung serba guna Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), hingga kursus bahasa Mandarin.

Kawasan ini juga aktif mengadakan kegiatan sosial seperti donor darah, pembagian sembako, serta pembagian takijil dan nasi kotak saat Ramadhan dimulai.

Jadi, selain berkunjung dan beribadah, Mocosik Friends juga bisa mengikuti berbagai kegiatan sosial yang rutin digelar di Masjid Cheng Ho Surabaya unik ini, lho.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik.

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X