Tinjau DAM Yani dan Produksi Slag Aluminium di Sumobito Jombang, Begini Apresiasi dari Menteri LHK

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Senin, 22 Januari 2024 | 10:03 WIB
Pj Bupati Jombang, Sugiat mendampingi Menteri LHK Siti Nurbaya meninjau DAM Yani dan slag aluminium B3 di Sumobito (jombangkab.go.id)
Pj Bupati Jombang, Sugiat mendampingi Menteri LHK Siti Nurbaya meninjau DAM Yani dan slag aluminium B3 di Sumobito (jombangkab.go.id)


JOMBANG, MOCOSIK.COM - Pj Bupati Jombang, Sugiat S.Sos, M.Psi.T mendampingi rombongan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, meninjau DAM Yani di Dusun Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (21/01/2024) siang.

Selain meninjau lokasi DAM Yani, rombongan yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, juga meninjau proses produksi Slag Aluminium.

Selanjutnya, berdialog dengan Pengurus Koperasi Smars Desa Bakalan dan Koperasi Berkah Logam Desa Kendalsari, bertempat ruang pertemuan sentra Industri Peleburan Aluminium, Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, yang dipandu oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum.

Baca Juga: Kepala DLH Jombang Terima Penghargaan Green Leadership 2023 dari Kementerian LHK

Tak hanya itu saja, Menteri LHK RI juga mengapresiasi progres kerja sinergi dalam rangka Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3 di DAM Yani dan 13 titik lainnya yang telah dilakukan sejak tahun 2020 hingga sekarang.

Adapun kegiatan pemulihan, diantaranya dilakukan secara sinergi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, BBWS Brantas Kementerian PUPR, CSR PT. Semen Indonesia, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Ini adalah progres yang luar biasa. Kalau dari tahun 2020 sampai di 2024, kondisinya sudah seperti ini,"terang Menteri LHK, Siti Nurbaya setelah meninjau DAM Yani dan proses produksi peleburan aluminium.

Siti Nurbaya juga menyampaikan terima kasih, kepada masyarakat dan pengurus koperasi, dengan semangat yang luar biasa dan kerjasama yang sangat baik. Sebab, upaya yang dilakukan oleh Kabupaten Jombang, ini akan menjadi contoh, dari Jombang untuk Indonesia untuk Jakarta.

"Model penyelesaian yang sangat baik dalam mengatasi permasalahan yang cukup berat. Tahu-tahu bisa menjadi seperti yang kita lihat sekarang ini luar biasa. Ini yang namanya dari musibah menjadi berkah, dari limbah menjadi berkah,"kata Siti Nurbaya.

Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, siap mendengarkan masukkan lebih detil lagi dari pengurus koperasi SMARS dan Berkah Logam, dalam mengatasi persoalan limbah dan keberlanjutan industri peleburan aluminium.

Baca Juga: Pj Bupati Jombang Tinjau Potensi Budidaya Ikan Patin di Desa Tengaran Peterongan

Sementara itu, Pj Bupati Jombang Sugiat menyampaikan, ucapan terima kasih atas kunjungan Menteri KLHK dan rombongan. Optimisme juga ditunjukkan oleh Sugiat Pj Bupati Jombang bahwa dengan kerjasama kolaborasi dari berbagai pihak, persoalan dan pekerjaan rumah dalam mengatasi persoalan limbah.

"Terima kasih Ibu Menteri LHK atas kunjungan dan apresiasi progres penanganan Limbah B3 di Kabupaten Jombang. Namun, masih banyak PR kedepan yang harus kita selesaikan dalam rangka pemulihan limbah B3. Dari 104 titik kita baru menyelesaikan 13 titik. Untuk itu, dibutuhkan komitmen, kerjasama dan kolaborasi yang baik dari semua pihak termasuk dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup,"ungkap Pj Bupati Jombang.

Hadir pada acara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Jombang dan perwakilan Forkopimda, serta Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD terkait.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: jombangkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X