Pengelola Dapur di Bogor Ungkap Kesan Jalankan MBG: Pembayaran Aman!

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Minggu, 27 April 2025 | 11:53 WIB
Pengelola dapur Jimmy Hantu yang menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bogor mengungkapkan kesannya terkait pelaksanaan program MBG (intagram.com/Jimmyhantu)
Pengelola dapur Jimmy Hantu yang menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bogor mengungkapkan kesannya terkait pelaksanaan program MBG (intagram.com/Jimmyhantu)

 


BOGOR, MOCOSIK.COM - Pengelola dapur yang menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor mengungkap kesannya terkait pelaksanaan program MBG yang diinisiasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menurutnya berjalan dengan aman dan lancar.

Ia menegaskan, bahwa mekanisme pembayaran yang diterapkan Badan Gizi Nasional (BGN) berjalan baik dan kemudian menjadi semangat tersendiri bagi pengelola di lapangan.

"Tahap pertama saya dag dig dug der kenapa? Wah, dibayarnya kapan? nggak ngerti saya, belum dikasih tahu pokoknya nanti direimburse. Oke, eh ternyata 3 minggu kemudian dibayar,"ujar Jimmy Hantu, dalam unggahan video di Instagram Badan Gizi Nasional @badangizinasional.ri, Sabtu (26/4/2025).

Baca Juga: Pesan Prabowo ke Pelajar soal MBG: Hormati Orangtua dan Guru, Tak Perlu Berterima Kasih pada Prabowo

Jimmy Hantu mengatakan, bahwa kepastian pembayaran ini membuat operasional yayasannya menjadi jauh lebih tenang dan terstruktur.

Jimmy Hantu, yang juga pendiri Yayasan Mutiara Keraton Solo, sebagai yayasan yang menaungi dapur itu, mengaku malah senpat mengalami kelebihan bayar akibat turunnya harga bahan baku karena semua proses koreksi dilakukan secara transparan dan profesional.

"Saya malah saat ini punya utang ke BGN karena kelebihan bayar, bukan BGN yang utang ke saya. Ini membuktikan betapa ketatnya pengawasan dan betapa seriusnya program ini dijalankan,"katanya.

Lebih jauh, Jimmy Hantu menilai bahwa program ini tidak hanya soal memberikan makanan bergizi kepada anak-anak, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.

Selain melibatkan produk tani lokal, program ini juga melatih masyarakat untuk mengelola pangan secara higienis dan berkelanjutan, program ini membawa dampak positif yang luas.

"Ini pintu masuk Indonesia emas ingat, BGN ini mendidik anak dari kecil mendidik keluarga, mendidik juga dalam lingkungan yang mana sosial dalam sekolahannya, maka teman-teman guru nasional ayo bersama-sama, pintu masuk jangan kita hilangkan kenapa? Kita persiapkan Indonesia emas,"pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X