Kementerian PUPR Pastikan Infrastruktur Kawasan Candi Borobudur Siap Sambut Kunjungan Presiden Prancis

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Minggu, 1 Juni 2025 | 20:09 WIB
Kementerian PUPR memastikan seluruh Infrastruktur di Kawasan Candi Borobudur Siap untuk menyambut Kunjungan Presiden Prancis (kemenpupr.go.id)
Kementerian PUPR memastikan seluruh Infrastruktur di Kawasan Candi Borobudur Siap untuk menyambut Kunjungan Presiden Prancis (kemenpupr.go.id)

 


MAGELANG, MOCOSIK.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan seluruh infrastruktur pendukung di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, berfungsi optimal menjelang kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron, yang didampingi Presiden RI Prabowo Subianto.

Kunjungan kenegaraan ini menjadi sorotan, karena Candi Borobudur merupakan salah satu destinasi unggulan dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang terus dibenahi oleh pemerintah.

Menteri PUPR, Dody Hanggodo menegaskan, bahwa infrastruktur utama seperti jalan akses dan fasilitas publik telah dicek dan dipastikan dalam kondisi baik.

"Kunjungan Presiden Prancis ini, menunjukkan pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya Indonesia. Saya sudah meninjau langsung ke lokasi, dan seluruh infrastruktur di kawasan candi masih tertata dengan baik,"kata Dody, Kamis (29/5/2025). 

Baca Juga: Di Candi Borobudur bersama Macron, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Toleransi dan Budaya

Penataan KSPN Borobudur terbagi dalam dua tahap, yakni mulai dari bulan Oktober 2020 hingga Desember 2021.

Adapun diantaranya meliputi pembangunan gerbang ikonik, seperti:

• Gerbang Palbapang (singa)
• Gerbang Blondo (kalpataru)
• Gerbang Klangon (samudra raksa)
• Community Center Kembanglimus
• Concourse dan Plaza Borobudur, jalan lingkungan di Bojong dan Wanurejo, hingga pembangunan akses area budaya.

Selain itu, turut dibangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berkapasitas 30 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air di 12 desa sekitar Borobudur, serta fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di desa-desa tersebut.

Sementara itu, penataan Tahap 2 yang berlangsung selama 2023–2024 mencakup pembangunan Kampung Seni Borobudur, ruang terbuka hijau di zona dua, lapangan olahraga, serta fasilitas pendukung lain seperti museum budaya, pendopo, amphiteater, dan area parkir.

Sebanyak 1.943 kios juga dibangun untuk merelokasi pedagang dari dalam kompleks candi.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah, Kuswara menyatakan, bahwa pembangunan Kampung Seni diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal serta mendukung pelestarian Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia.

"Dengan penataan ini, pedagang, seniman, dan perajin kini memiliki tempat yang lebih representatif untuk menampilkan karya mereka, sekaligus meningkatkan daya tarik bagi wisatawan,"ujar Kuswara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: kemenpupr.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X