JAKARTA, MOCOSIK.COM – Suasana hangat dan penuh keakraban tampak menyelimuti Gedung Pancasila, Jakarta, Senin pagi (2/6/225), jelang dimulainya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terlihat berbincang akrab dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, dalam sebuah momen yang mencuri perhatian.
Keduanya duduk saling berhadapan di sebuah meja oval panjang, ditemani sejumlah tokoh penting negara. Di sisi kanan Prabowo tampak Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, sementara di sisi kirinya duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Megawati hadir dengan balutan kemeja putih lengan panjang, duduk bersebelahan dengan Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno.
Baca Juga: Prabowo soal Keberhasilan Makan Bergizi Gratis Capai 99,99%: Bukti Niat Baik dan Tekad
Tak lama kemudian, Prabowo bahkan sempat berpindah tempat duduk, mendekat dan duduk tepat di sebelah Megawati, menandakan hubungan yang cair dan penuh rasa saling menghormati.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tampak ikut dalam perbincangan, menunduk setengah jongkok di antara keduanya untuk menyimak obrolan hangat tersebut. Momen-momen informal ini terjadi hanya beberapa saat sebelum upacara dimulai, yang tahun ini mengusung tema“Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”
Menjelang pelaksanaan upacara, Megawati juga terlihat berada di sisi belakang Prabowo, diapit oleh Gibran saat mereka berjalan bersama menuju mimbar kehormatan.
Interaksi ini mencerminkan harmoni simbolik antar pemimpin lintas generasi di tengah momentum kebangsaan yang sakral, memperkuat semangat persatuan dalam bingkai ideologi Pancasila.***
Artikel Terkait
Prabowo Resmikan Pabrik Emas Freeport di Gresik: Kita Tak Hanya akan Jual Bahan Baku
Prabowo Tegaskan Basmi Rente Impor: Jangan Macam-Macam!
Tiba di Turki, Presiden Prabowo Disambut Karpet Biru Langit oleh Erdogan dan Jajar Kehormatan
Prabowo Pidato Penuh Semangat di Parlemen Turki, Suarakan Dukungan ke Palestina
Prabowo Pidato di Turki: Sekarang Terjadi Penindasan Bangsa Besar ke Bangsa Lemah!