"Kita pastikan seluruh sekolah mulai berjalan tahun ini. Beberapa dimulai Juli, sisanya menyusul Agustus,"kata Prof. Nuh.
Yang menarik, sistem rekrutmen siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan seleksi akademik. Sebagai gantinya, dilakukan pemetaan akademik, psikososial, psikologis, dan kesehatan siswa dengan dukungan universitas seperti UI dan Unpad.
Sebelum tahun ajaran dimulai, para siswa juga akan masuk asrama untuk mengikuti pelatihan fisik dan pembinaan karakter yang fokus pada keberanian, disiplin, dan kepercayaan diri.
Baca Juga: Kabar Baik! Bansos BPNT Rp400 Ribu Cair Mulai Juni–Juli, Ini Kata Mensos Gus Ipul
"Anak-anak ini perlu dibekali keberanian dan self confidence. Karena mereka bukan kurang cerdas, tapi kurang percaya diri akibat kondisi hidup mereka,"ungkap M. Nuh.
Kemensos juga menyiapkan kebutuhan dasar siswa, seperti sepatu, seragam, alat tulis, hingga pakaian dalam, bekerja sama dengan BPKP agar proses pengadaan transparan dan akuntabel.
Saat ini, Kemensos sedang menghitung unit cost per siswa per tahun, yang akan disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.
Program Sekolah Rakyat hadir dengan pendekatan holistik dan manusiawi, menjadikan sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang pembinaan mental dan sosial.
Diharapkan, program ini bisa menjadi jalan pemutus rantai kemiskinan antargenerasi dan mencetak generasi penerus bangsa yang unggul.***
Artikel Terkait
Kunjungi Banjir di Jombang, Mensos Gus Ipul Serahkan Bantuan Rp300 Juta
Kunker ke Jombang, Mensos Gus Ipul Berdialog dengan SDM Pilar Pilar Sosial
Percepat Pengentasan Kemiskinan, Abah Warsubi Lobby Mensos Bawa Pulang Rp675 Miliar untuk Jombang
Sekolah Rakyat di Jombang Segera Terwujud, Langkah Abah Bupati Warsubi Didukung Mensos dan Menseskab
Mensos Gus Ipul Kunjugi Lokasi Calon Sekolah Rakyat di Kompleks SMAN 16 Samarinda