Heboh! Pria Asal Gresik Ditemukan Meninggal di Bus Saat Ziarah ke Makam Gus Dur Jombang

photo author
- Minggu, 16 November 2025 | 18:07 WIB
Seorang pria asal Gresik bernama Suwanto (61) ditemukan meninggal dunia di dalam bus pariwisata yang terparkir di kawasan Makam Gus Dur (dok.istimewa)
Seorang pria asal Gresik bernama Suwanto (61) ditemukan meninggal dunia di dalam bus pariwisata yang terparkir di kawasan Makam Gus Dur (dok.istimewa)

 


JOMBANG, MOCOSIK.COM – Seorang pria asal Gresik bernama Suwanto (61) ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah bus pariwisata yang terparkir di kawasan Kompleks Wisata Religi (KWR) Makam Gus Dur, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang di himpun media mocosik.com, korban merupakan bagian dari rombongan jamaah ziarah asal Gresik yang tengah melakukan perjalanan religi.

Saat rombongan turun untuk berziarah ke makam Gus Dur, korban memilih tetap berada di dalam bus karena kondisi kesehatannya menurun.

Ia ditemani istrinya, Yanik, yang menyadari suaminya mengeluh sesak napas beberapa saat sebelum ditemukan tak lagi bernyawa. 

Baca Juga: Diduga Meninggal Empat Hari, Begini Kronologi Penemuan Lansia di Mojoagung Jombang

Kepala rombongan, H. Prayitno, mengatakan bahwa sebelumnya kelompok ziarah itu baru saja melakukan kunjungan ke Makam Mbah Sulaiman di Desa Betek, Mojoagung, sebelum melanjutkan perjalanan ke Makam Gus Dur.

Petugas Polsek Diwek yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan bersama Unit Identifikasi Polres Jombang dan tim medis dari RS Hasyim Asy’ari Tebuireng.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau unsur pidana.

Kapolsek Diwek, AKP Achmad Darul Huda, S.H., M.H, menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat sesak napas.

"Dari pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat serangan jantung. Tidak ditemukan tanda kekerasan ataupun indikasi tindak pidana,"katanya, saat dikonfirmasi media mocosik.com.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang ke Gresik guna proses pemulasaraan.

Hingga proses evakuasi selesai, polisi memberikan pengamanan dan pendampingan kepada pihak keluarga serta rombongan jamaah.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X