BPBD Jombang dan Warga Tangani Tanggul Sungai Jebol di Plandaan Akibat Hujan Deras

photo author
- Kamis, 2 April 2026 | 08:47 WIB
BPBD Jombang bersama warga Desa Klitih, Plandaan melakukan penanganan darurat tanggul sungai jebol akibat hujan deras (dok.istimewa)
BPBD Jombang bersama warga Desa Klitih, Plandaan melakukan penanganan darurat tanggul sungai jebol akibat hujan deras (dok.istimewa)

 


JOMBANG, MOCOSIK.COM - Semangat gotong royong atau guyub saklawase ditunjukkan warga Desa Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

Menyusul rusaknya tanggul sungai akibat cuaca ekstrem, warga bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggelar kerja bakti massal untuk penanganan darurat, Rabu (1/4) pagi hingga selesai.

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam sepekan terakhir menyebabkan debit air sungai meningkat tajam. Kondisi tersebut memicu erosi pada tanggul dan mulai mengancam permukiman warga di sekitarnya.

Merespons situasi itu, puluhan warga bersama petugas teknis turun langsung ke lokasi untuk melakukan penanganan sementara guna mencegah kerusakan yang lebih parah. 

Baca Juga: Respon Cepat! BPBD Jombang Evakuasi Dua Warga Terjebak Lift di Ponpes Darul Ulum

Kegiatan difokuskan pada pemasangan penyangga tanggul, penguatan struktur tanah, pembersihan material longsor, serta penataan aliran sungai agar tekanan debit air dapat dikurangi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, yang turut memantau langsung kegiatan tersebut mengatakan, langkah cepat ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Jombang, Warsubi.

“Kerja bakti ini merupakan wujud respons cepat pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Sinergi antara warga dan pemerintah sangat penting dalam upaya mitigasi,” ujar Wiku.

Dari hasil asesmen sementara, kerusakan tanggul terjadi di beberapa titik dengan tingkat erosi yang berbeda-beda. Penanganan darurat ini dilakukan sebagai langkah awal sembari menunggu perbaikan yang lebih permanen dari Pemkab Jombang.

Aksi gotong royong tersebut tidak hanya membantu menstabilkan kondisi tanggul sementara, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga yang sebelumnya khawatir akan ancaman banjir susulan.

Dengan penanganan awal ini, diharapkan aliran air sungai kembali terkendali sehingga risiko luapan ke area persawahan maupun permukiman warga dapat diminimalisir.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X