Harga Cabai Rawit hingga Daging Ayam Turun, Inflasi RI April 2026 Terkendali

photo author
Jagad Hanugrah, Mocosik
- Rabu, 6 Mei 2026 | 18:59 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi faktor dominan (Promedia Teknologi Indonesia)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi faktor dominan (Promedia Teknologi Indonesia)

 

 

JAKARTA, MOCOSIK.COM - Laju inflasi pada April 2026 masih terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,13 persen.

Indeks Harga Konsumen (IHK) naik tipis dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 di April. Sementara itu, inflasi sejak awal tahun mencapai 1,06 persen (YoY).

Penyumbang utama kenaikan harga pada April datang dari sektor transportasi. Kelompok ini mencatat inflasi 0,99 persen dengan andil terbesar terhadap inflasi total, yakni 0,12 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi faktor dominan. 

Baca Juga: Pesan Tegas Para Pejabat Usai Dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara Jakarta

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain tarif angkutan udara dan bensin. Tarif angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,11 persen sedangkan bensin memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen,” jelas Ateng di Jakarta, Senin (4/5).

Selain transportasi, beberapa bahan pangan juga ikut menyumbang inflasi, seperti minyak goreng, tomat, serta beras dan nasi dengan lauk.

Meski begitu, tekanan inflasi berhasil diredam oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi 0,20 persen. Penurunan harga ini memberi kontribusi menahan inflasi secara keseluruhan.

Ateng menyebut beberapa komoditas yang berperan sebagai penahan inflasi antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, dan telur ayam ras. Beberapa harga komoditas tersebut tercatat mengalami penurunan.

“Beberapa komoditas juga ada yang memberikan andil deflasi diantaranya daging ayam ras dengan andil deflasi 0,11 persen, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,09 persen, cabai rawit serta telur ayam ras masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen,” ungkapnya.

Dari sisi komponen, inflasi inti tercatat sebesar 0,23 persen. Kenaikan ini dipicu oleh harga sejumlah barang seperti minyak goreng, makanan siap saji, hingga barang elektronik seperti ponsel dan laptop.

Sementara itu, harga yang diatur pemerintah juga mengalami kenaikan 0,69 persen, terutama karena penyesuaian tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, dan rokok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jagad Hanugrah

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X