Sebagai bagian dari upaya tersebut, Qodari menyatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah program unggulan yang dirancang untuk memperkuat ekosistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Salah satunya adalah pembangunan Akademi Olahraga yang akan menjadi pusat pembinaan talenta muda dari berbagai cabang olahraga.
Melalui akademi tersebut, proses pencarian, pembinaan, dan pengembangan atlet diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur sejak usia dini sehingga mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi di masa depan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang yang didukung oleh skema pendanaan multiyears.
Program serupa juga akan diberikan kepada atlet disabilitas sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan pembinaan olahraga yang inklusif.
“Pemerintah akan memperkuat program pembinaan mereka melalui pemberian sertifikasi kepelatihan,” ungkapnya.
Menurutnya, sertifikasi tersebut akan membuka peluang bagi atlet disabilitas untuk tetap berkontribusi di dunia olahraga setelah pensiun dari kompetisi. Dengan bekal pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, mereka dapat melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih dan membina generasi atlet berikutnya.
“Pada akhirnya, membangun prestasi olahraga bukan hanya soal memenangkan pertandingan hari ini, tetapi juga menyiapkan generasi juara untuk tahun-tahun yang akan datang,” pungkas Qodari.***
Artikel Terkait
Jadi Penasihat Khusus, Said Iqbal Akan Bantu Prabowo Analisis Kebijakan Terkait Kesejahteraan Pekerja
Buku "Presiden Solusi" Ungkap Langkah Prabowo Perkuat Integritas Penegakan Hukum
Buku "Presiden Solusi" Rangkum 108 Persoalan yang Diselesaikan Prabowo dalam 18 Bulan: dari LPG hingga Pupuk
Menyelami Pola Pikir di Balik Gerak Cepat Prabowo Lewat Buku Presiden Solusi
Wamenlu: Penyerahan Surat Kepercayaan Duta Besar ke Prabowo Tradisi Diplomatik Tegaskan Komitmen Internasional