"Tim berhasil mengangkat benda tersebut yang ternyata memang merupakan bom udara atau aircraft bomb. Untuk sementara bom tersebut langsung kami bawa menuju lokasi disposal yang aman dan jauh dari permukiman masyarakat,"kata AKBP Kalfaris.
Baca Juga: Modus Jebakan Lewat Aplikasi Kencan, Tiga Pelaku Perampasan di Blitar Ditangkap Polisi
Meski kondisi fisik bom telah berkarat akibat lama terendam di sungai, hasil pemeriksaan menunjukkan bahan peledak di dalamnya masih aktif sehingga memerlukan penanganan khusus sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Bom kemudian dibawa ke lokasi disposal yang telah ditentukan untuk dimusnahkan di kawasan yang jauh dari permukiman warga guna menjamin keselamatan masyarakat.
AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menambahkan, asal-usul bom tersebut masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan bentuk dan karakteristiknya, bom diduga merupakan peninggalan masa perang yang telah berada di lokasi selama puluhan tahun.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda mencurigakan yang diduga mengandung bahan peledak,"pungkasnya.
Warga juga diminta segera melaporkannya kepada kepolisian melalui layanan Call Center 110 agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki keahlian khusus.***
Artikel Terkait
Jelang Tradisi Suro, Polres Blitar Tindak Tegas Anggota Perguruan Silat
Pria 30 Tahun di Blitar Ditemukan Tewas di Rumah, Polisi Selidiki Penyebabnya
Dapat Becak Listrik dari Prabowo, Tukang Becak Lansia di Blitar Tak Lagi Nyeri Pinggang
Polres Blitar Kota Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Wilayah, Dua Pelaku Diamankan
Dampak Flushing PLTA Jegu Wlingi, 3 Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas
Angkut Rombongan Asal Sampang Menuju Blitar, Mobil Elf Terguling di Tol Jombang - Mojokerto