MEULABOH, MOCOSIK.COM - Penolakan terhadap rencana aktivitas pertambangan di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, mendapat dukungan dari mahasiswa dan pemuda asal daerah tersebut yang sedang menempuh pendidikan di Meulaboh, Aceh Barat.
Ikatan Mahasiswa Pemuda Samadua (IMPAS) Meulaboh menyatakan berdiri bersama masyarakat Samadua yang mempertahankan ruang hidup dan menolak kehadiran perusahaan pertambangan di wilayah mereka.
Ketua IMPAS Meulaboh Putra Rahmadin menilai sikap warga bukan sekadar penolakan spontan, melainkan bentuk kekhawatiran yang lahir dari masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan pada sumber daya alam di sekitar mereka.
Dua perusahaan yang menjadi sorotan adalah PT Bersama Sukses Mining (PT BSM) dan PT Mineral Mega Sentosa (PT MMS).
IMPAS menyebut warga khawatir aktivitas pertambangan berpotensi mengganggu keseimbangan lingkungan sekaligus mengancam sumber penghidupan masyarakat yang selama ini mengandalkan perkebunan pala, durian, dan nilam.
Baca Juga: Truk Tua Tanpa STNK dan BPKB Dijual Rp26 Juta, Polisi Tangkap 2 Tersangka Penadah di Bondowoso
“Sebagai representasi mahasiswa dan pemuda Samadua di perantauan Meulaboh, kami berdiri bersama orang tua dan saudara-saudara kami di kampung halaman. Kami memberikan dukungan moral sepenuhnya terhadap aksi penolakan ini,"ujar Ketua IMPAS Putra Rahmadin kepada Mediahariankita.com, Kamis (20/8/2026).
Menurut dia, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kekhawatiran terhadap setiap rencana kegiatan yang dinilai dapat memengaruhi tanah, sumber air, lingkungan, serta keberlangsungan ekonomi mereka.
Jangan Sampai Investasi Mengorbankan Ruang Hidup Warga
IMPAS Meulaboh meminta pemerintah tidak memandang persoalan tersebut semata-mata dari perspektif investasi. Aspirasi masyarakat lokal, kata mereka, harus menjadi bagian penting dalam setiap pengambilan keputusan.
Bagi IMPAS, pembangunan tidak seharusnya menghasilkan hanya untuk keuntungan ekonomi segelintir dengan mengorbankan lingkungan dan mata pencaharian warga.
Mereka juga mengaitkan sikap tersebut dengan nilai-nilai Islam tentang kewajiban menjaga lingkungan.
IMPAS mengutip Surah Al-A'raf ayat 56 yang mengingatkan manusia agar tidak membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.
Artikel Terkait
Prabowo Berangkatkan 50.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Gempa NTT
TNI Terjunkan Pesawat Hercules dan KRI Tangani Warga Terdampak Gempa di NTT, Kerusakan Signifikan di Kabupaten Manggarai
DPR Sampaikan Duka Gempa NTT, Koordinasikan Bantuan-Evakuasi Korban
Malang Jadi Tujuan Ratusan Pesepeda, M112 Ngalam Folding Bike Angkat Potensi Wisata dan UMKM
Dampak Gempa M7.7 NTT, Lebih dari 40 Warga Meninggal Dunia