JOMBANG, MOCOSIK.COM - Pj Bupati Jombang, Sugiat S.Sos., M.Psi., T membuka event Jombang Eco Creative (JEC) 2024, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kebon Ratu Jombang, yang terletak di Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut merupakan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Jombang, ini disemarakkan dari berbagai sekolah, desa-kelurahan dan juga pegiat lingkungan hidup.
Tak hanya itu, mereka juga memamerkan hasil karya seni daur ulang dari bahan bekas dan bahan ramah lingkungan.
Baca Juga: Ribuan Pekerja di Jombang Semarakkan Peringatan Hari Buruh Internasional My Day 2024 di Alun Alun
Pj Bupati Jombang, Sugiat didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yayuk Sugiat dan Kepala OPD terkait, meninjau stand dari sekolah sekolah, memberikan apresiasi dan penghargaan adiwiyata dan pemenang lomba reels, penyerahan CSR dan memberikan arahan dalam sambutannya.
"Atas nama Pemkab Jombang, saya menyambut baik dan memberikan penghargaan setinggi - tingginya, kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, atas diselenggarakannya kegiatan Jombang Eco Creative,,yang rutin dilaksanakan setiap tahun,"terangnya.
Pj Bupati Jombang juga menyampaikan, bahwa saat ini di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jombang sedang menghadapi tantangan besar dalam pelestarian alam dan lingkungan.
"Krisis iklim adalah kenyataan yang harus kita hadapi. Salah satunya seperti masalah ketersediaan air, baik kualitas maupun kuantitasnya, sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian kita,"ucapnya.
Sugiat menyebut, wabah penyakit, bencana alam seperti banjir, kekeringan panjang, tanah longsor dan kebakaran lahan, juga menjadi tantangan di Kabupaten Jombang.
"Krisis iklim ini harus kita tanggulangi dengan langkah konkret yang inovatif, dilaksanakan dengan konsisten dan kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan,"ungkapnya.
Menurutnya, selain komitmen Pemerintah, keterlibatan semua pihak adalah kunci keberhasilan. Sebab, perwujudan kerja sama yang harmonis dan proporsional antara pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan pilar penting.
"Pemerintah harus menyusun program pro rakyat, dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan. Industri dan masyarakat, juga harus terlibat dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,"imbuh Sugiat.
Sugiat menegaskan, bahwa masyarakat perlu didorong untuk melakukan upaya-upaya sederhana menuju budaya ramah lingkungan (green lifestyle).
"Seperti menghemat penggunaan listrik dan air, menanam dan memelihara pohon, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, serta menerapkan konsep mengurangi, memilah dan mengelola sampah secara bijak,"tuturnya.