JOMBANG, MOCOSIK.COM - Dalam suasana khidmat pengesahan 1.116 calon warga baru tingkat 1 Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jombang, Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT (LHA PSHT) Cabang Jombang turut memberikan pesan mendalam.
Dr. Joko Prasetyo, S.Sy., S.H., M.H, atau yang akrab disapa Bang Jack, mengingatkan seluruh anggota PSHT, khususnya para warga baru, untuk senantiasa menjaga marwah organisasi dan patuh terhadap hukum yang berlaku.
"Menjadi warga PSHT bukan hanya soal silat, tetapi juga menjaga kehormatan, adab, dan ketaatan pada aturan hukum. PSHT adalah organisasi besar, dan kita harus menunjukkan keteladanan di tengah masyarakat,"tegasnya.
Acara pengesahan digelar di Gedung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, pada Sabtu (5/7/2025).
Kegiatan tersebut menjadi momentum sakral bagi para calon warga yang telah menempuh proses latihan panjang dan ujian nilai-nilai persaudaraan sejati.
Bang Jack menambahkan, bahwa LHA PSHT siap mengawal secara hukum jika ada anggota PSHT yang mengalami persoalan, namun tetap menjunjung prinsip kebenaran dan keadilan.
"Kalau ada persoalan, jangan main hakim sendiri. Ada jalur hukum yang harus ditempuh. Kami di LHA PSHT Cabang Jombang, siap untuk mendampingi selama itu benar dan tidak melanggar nilai-nilai luhur di PSHT,"kata Bang Jack.
Ketua PSHT Cabang Jombang, Kang Mas Subiyantoro, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara dan mengapresiasi kehadiran seluruh pihak.
Selain itu, ia juga berpesan agar warga baru senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti, kejujuran, dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Jauhi pergaulan negatif seperti narkoba dan kerusuhan. Jaga kamtibmas serta nama baik organisasi. Gunakan ilmu yang didapat untuk kebaikan dan prestasi. Target kita, PSHT Jombang bisa meraih setidaknya satu medali emas di tingkat nasional,"terangnya.
Kangmas Subiyantoro juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum PSHT Kangmas Drs. Moerdjoko HW yang diwakili Kangmas KRT Aryo Tumenggung Catur Nyoto Ryanto, S.Sos., selaku koordinator dewan pengesah dari Madiun, serta para pendekar dari cabang lain seperti Kediri, Mojokerto, Lamongan, Tuban dan Madiun.
"PSHT telah berdiri bahkan sebelum Indonesia merdeka dan tetap kokoh menjaga falsafah "Memayu Hayuning Bawono", memperindah kehidupan dunia dengan ilmu dan akhlak. Saya ingin, warga baru PSHT menjadi mercusuar karakter bangsa di tengah arus tantangan moral. Jadilah generasi unggul, berintegritas, dan cinta tanah air,"pungkas Kangmas Subiyantoro.