nasional

Prabowo Buka Indo Defence 2025: Indonesia Cinta Damai, Tapi Lebih Cinta Kemerdekaan

Sabtu, 12 Juli 2025 | 10:00 WIB
Prabowo menegaskan pentingnya kekuatan pertahanan sebagai pilar utama penjamin keselamatan dan kedaulatan bangsa Indonesia (kemendagri.go.id)

 

JAKARTA, MOCOSIK.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara resmi membuka pameran internasional Indo Defence 2025 Expo & Forum di JIEXPO Kemayoran Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Dalam pidato pembukaannya, Prabowo menegaskan pentingnya kekuatan pertahanan sebagai pilar utama penjamin keselamatan dan kedaulatan bangsa.

"Keselamatan suatu bangsa harus dijamin oleh pertahanan bangsa itu sendiri. Tidak ada bangsa yang waras menghendaki perang. Tapi sejarah membuktikan, bangsa yang tidak mau berinvestasi pada pertahanannya sendiri biasanya kedaulatannya dirampas, kemerdekaannya dirampas, dan menjadi bangsa budak,"terangnya. 

Baca Juga: Prabowo Undang Lula Kunjungan Balasan, Rayakan Ulang Tahun Bersama di Indonesia

Mengusung tema "Defence Partnerships for Global Peace & Stability", Indo Defence 2025 menjadi forum strategis bagi kolaborasi internasional di sektor pertahanan, sekaligus meneguhkan komitmen Indonesia sebagai negara yang cinta damai namun teguh dalam mempertahankan kedaulatan nasional.

"Bangsa Indonesia dari awal menyatakan bahwa kita cinta damai. Tapi bangsa Indonesia lebih cinta kemerdekaan,"kata Prabowo disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam konteks geopolitik global, Presiden Prabowo juga menegaskan, bahwa Indonesia tidak memiliki ambisi menjadi kekuatan militer hegemonik. Sebaliknya, Indonesia memegang teguh prinsip nonblok dan netralitas sebagai fondasi utama kebijakan luar negeri.

"Kita ingin menjadi tetangga yang baik. Baik kepada tetangga langsung, tetangga menengah, bahkan tetangga yang jauh,"ujarnya.

Presiden Prabowo juga mengajak semua pihak, baik di dalam maupun luar negeri untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan menciptakan kemakmuran global.

Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mundur apabila kedaulatannya terancam.

"Saya tegaskan, perang adalah pilihan terakhir bagi bangsa Indonesia. Kita tidak ingin perang. Tapi kalau terpaksa, kita punya ajaran dari nenek moyang kita: lebih baik mati daripada dijajah kembali,"tegasnya.

Indo Defence 2025 Expo & Forum diikuti oleh lebih dari 1.180 peserta dari 42 negara dan menjadi ajang strategis dalam memperkenalkan inovasi dan teknologi pertahanan terbaru dari dalam maupun luar negeri.***

Tags

Terkini