MOCOSIK.COM - Gagasan besar Presiden Prabowo Subianto, untuk mendirikan 100 Sekolah Rakyat berasrama gratis sebagai jalan memutus mata rantai kemiskinan kini resmi mulai berjalan.
Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Kabupaten Bogor di Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS), Cibinong, Senin (14/7/2025).
Cak Imin menyebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah menuntaskan amanah Presiden dengan sangat baik dalam waktu singkat.
Baca Juga: Mensos Gus Ipul Kunjugi Lokasi Calon Sekolah Rakyat di Kompleks SMAN 16 Samarinda
"Alhamdulillah, hari ini sudah terwujud. Mari bersama-sama kita mulai MPLS Sekolah Rakyat ini dengan membaca bismillah. Insya Allah Agustus nanti akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo,"terangnya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah langkah strategis yang mampu menyasar akar kemiskinan dan membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Gus Ipul menjelaskan, per Juli ini telah berjalan 63 titik Sekolah Rakyat dengan total 6.180 siswa dalam 256 rombongan belajar (rombel).
Mereka akan menjalani MPLS dua pekan dan masa matrikulasi selama 2-3 bulan sebelum memasuki sistem belajar reguler. Sisanya, 37 titik akan mulai aktif akhir Juli 2025.
"Sarana dan prasarana masih proses renovasi. Tapi tenaga pendidik, kurikulum, dan murid sudah siap,"kata Gus Ipul.
Acara pembukaan diwarnai penayangan video khusus dari Presiden Prabowo. Dalam tayangan tersebut, Prabowo menyatakan tekadnya untuk membangun minimal 100 sekolah berasrama setiap tahun, khusus untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.
"Biasanya sekolah berasrama hanya untuk yang pintar, tapi saya ingin bangun untuk yang paling miskin. Saya ingin memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan,"tegas Prabowo dalam video, sambil menunjukkan potret Naila, siswa dari Makassar yang tetap semangat belajar meski tinggal di rumah berdinding kayu dan beratap seng.
"Sisa hidup saya adalah untuk mengubah nasib Naila-Naila lain di seluruh Indonesia,"imbuh Prabowo, yang membuat suasana di aula STIS mendadak hening dan haru.
Acara MPLS dibuka meriah dengan pertunjukan siswa. Mulai dari pembacaan Alquran, tarian rebana, pembacaan puisi oleh Alia Zahra, hingga lagu "Harta Berharga" yang dibawakan dengan penuh emosi oleh Indah Rahmadani, siswa asal Bogor.