Presiden menambahkan, filosofi dasar kebijakan fiskalnya sederhana, yaitu uang rakyat harus kembali ke rakyat. Karena itu, setiap rupiah yang diselamatkan dari praktik korupsi akan diarahkan menjadi investasi jangka panjang untuk pendidikan, riset, dan teknologi.
Prabowo menutup arahannya dengan seruan moral kepada seluruh pejabat negara untuk bekerja dengan niat yang bersih dan rasa tanggung jawab penuh terhadap amanat rakyat.
“Kita diberi kekuasaan oleh rakyat untuk melindungi rakyat dari semua bahaya. Bahaya kemiskinan, bahaya kelaparan, bahaya penyakit, bahaya ancaman dari badai, dari bencana, ancaman dari kerusuhan, ancaman dari serangan dari pihak luar,” ujarnya.
Presiden menegaskan, upaya reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti. Dengan keberanian, integritas, dan sistem yang transparan, ia meyakini bahwa pemerintah bisa memastikan setiap rupiah uang negara kembali menjadi kesejahteraan rakyat.***