Qodari menambahkan, hasil survei tersebut menjadi pijakan penting bagi pemerintah untuk melanjutkan transformasi penyelenggaraan haji.
Apalagi, 2026 menjadi momentum penting sebagai penyelenggaraan haji pertama oleh Kementerian Haji dan Umrah.
“Setiap angka adalah masukan dari jemaah, dan setiap masukan adalah dasar untuk menghadirkan pelayanan haji yang semakin baik,” kata Qodari.***