nasional

Fakta Perkiraan Populasi Indonesia Menurun, Ternyata Ini Penyebabnya

Sabtu, 20 Mei 2023 | 08:15 WIB
Penyebab populasi indonesia menurun (Freepik)

 

MOCOSIK.COM - Jumlah populasi di Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan berdasarkan Hasil Proyeksi Penduduk Indonesia 2020-2050. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2045, jumlah total penduduk di Indonesia akan lebih rendah dibandingkan dengan Nigeria dan Pakistan.

Meskipun demikian, Indonesia tetap akan berada di posisi lima besar negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Apakah ini merupakan pertanda ancaman 'krisis populasi' atau suksesnya program Keluarga Berencana (KB)?

Tavip Agus Rayanto, Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menyebut bahwa estimasi tersebut merupakan hasil dari keberhasilan program KB yang digalakkan oleh pemerintah. Banyak masyarakat yang akhirnya merencanakan dengan matang sebelum memutuskan menikah atau memiliki anak.

Baca Juga: Ciptakan Inovasi Baru, Kemenkumham Jatim Resmi Lantik 34 Pejabat

"Ini menunjukkan keberhasilan kebijakan KB kita. Kebijakan tersebut berhasil di kalangan masyarakat dengan tingkat pendidikan tinggi dan kestabilan ekonomi, mereka lebih cermat dalam merencanakan keluarga," ungkap Tavip saat diwawancarai di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/5/2023).

Tavip juga menyebutkan bahwa angka kesuburan atau Total Fertility Rate (TFR) secara nasional pada tahun 2021 adalah 2,24. TFR sendiri menggambarkan jumlah rata-rata anak yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya.

"Yang perlu diperhatikan adalah afirmasi terkait hal ini. Misalnya, di DKI Jakarta terjadi peningkatan usia pernikahan, di mana usia menikah menjadi semakin tua. Individu dengan karier cenderung menikah pada usia yang lebih lanjut," tambahnya.

Berikut adalah proyeksi jumlah penduduk di dunia pada tahun 2045:

• India: 1,6 miliar penduduk
• China: 1,3 miliar penduduk
• Amerika Serikat: 371,72 juta penduduk
• Nigeria: 349,60 juta penduduk
• Pakistan: 345,83 juta penduduk
• Indonesia: 331,01 juta penduduk
• Brazil: 231,12 juta penduduk
• Bangladesh: 200,71 juta penduduk
• Ethiopia: 198,49 juta penduduk
• Republik Demokratik Kongo: 191,25 juta penduduk

Dr. Hasto Wardoyo, SpOG, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), beberapa waktu lalu menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia tidak akan mengalami fenomena 'resesi seks' seperti yang terjadi di Jepang. 'Resesi seks' merujuk pada penurunan gairah berhubungan seks, penurunan angka kelahiran, dan penurunan jumlah pernikahan.

Menurut Dr. Hasto, mayoritas pernikahan di Indonesia bukan semata-mata untuk "rekreasi", tetapi lebih kepada "pro-kreasi", yaitu memiliki anak.

"Di Indonesia, setiap tahun terlahir sekitar 4,8 juta anak. Sedangkan yang menikah sekitar 2 juta pasangan setiap tahunnya. Dari jumlah pasangan yang menikah, sekitar 20 persen di antaranya hamil pada tahun pertama pernikahan. Jadi, dari 2 juta pasangan yang menikah, sekitar 1,6 juta pasangan mengalami kehamilan pada tahun pertama. Hampir 99 persen pasangan yang ditanyai menyatakan keinginan untuk memiliki anak," jelas Dr. Hasto dalam kesempatan sebelumnya.

"Sedangkan di beberapa negara maju, ada yang menikah karena alasan keamanan dan perlindungan. Ada pula yang menikah untuk tujuan rekreasi. Namun, hal tersebut tidak berlaku di Indonesia. Mayoritas pasangan di Indonesia ingin memiliki anak. Bahkan saat menjelang hari raya Idul Fitri, mereka yang belum hamil pun khawatir," lanjutnya.

Dr. Hasto juga menambahkan bahwa di Indonesia, nilai-nilai keluarga dan keinginan untuk melanjutkan keturunan masih sangat kuat. Keluarga dianggap sebagai pondasi yang penting dalam masyarakat Indonesia, sehingga banyak pasangan yang merasa bahwa memiliki anak adalah salah satu tujuan hidup yang utama.

Halaman:

Tags

Terkini