edukasi

Perpusnas Ajak Generasi Muda Teladani Bung Hatta: Berakar pada Budaya, Berwawasan Global

Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:28 WIB
Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, dalam acara Gelar Wicara Pemikiran Bung Hatta yang menjadi pembuka rangkaian Pekan Literasi Bung Hatta 2026 di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin (10/8/2026) (Promedia Group)

 


BUKITTINGGI, MOCOSIK.COM - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, mengajak generasi muda Indonesia untuk meneladani Bung Hatta sebagai sosok local roots, global flowers, yakni figur yang berakar kuat pada budaya bangsa namun memiliki jangkauan pemikiran dan kiprah di tingkat global.

Pesan tersebut disampaikan Aminudin dalam acara Gelar Wicara Pemikiran Bung Hatta yang menjadi pembuka rangkaian Pekan Literasi Bung Hatta 2026 di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat, Senin (10/8/2026).

Menurut Aminudin, di tengah arus globalisasi, masyarakat Indonesia dituntut untuk tetap memelihara jati diri bangsa tanpa menutup diri dari kemajuan dunia.

"Jangan sampai kita tercerabut dari akar budaya kita sendiri. Kita pelihara akar budaya kita, tetapi juga terbuka menerima hal-hal baik dari pergaulan global," ujar Aminudin. 

Baca Juga: Kabar Gembira! Tim LKBB SDN Jombatan III Raih 9 Piala di Kompetisi Tingkat Nasional Kota Batu Malang

Aminudin menerangkan, keteladanan Bung Hatta terbangun dari fondasi membaca, pemikiran berorientasi kepentingan bangsa, integritas kejujuran, serta kesederhanaan. Mengusung tema "124 Tahun Bung Hatta: Warisan Nalar Kebangsaan untuk Generasi Indonesia yang Cerdas dan Berkarakter", ia menegaskan peringatan ini bertujuan mengambil pelajaran dari pemikiran sang Proklamator.

"Bung Hatta melihat dunia dari akarnya yang paling hakiki, yaitu pengetahuan. Fondasi itu beliau bangun melalui kegiatan membaca. Tidak ada yang lebih beliau cintai selain membaca," paparnya.

Ia menambahkan, pengetahuan Bung Hatta diabdikan sepenuhnya bagi kemajuan rakyat. "Yang beliau pikirkan bukan dirinya sendiri, melainkan masyarakat dan bangsanya. Bung Hatta memiliki visi besar tentang Indonesia yang merdeka dan sejahtera," jelaskannya.

Aminudin juga menekankan pentingnya warisan nilai kejujuran serta kesederhanaan Bung Hatta.

"Tidak ada harta pusaka yang setara dengan kejujuran. Kurang cerdas masih bisa diperbaiki dengan belajar, tetapi ketika kejujuran hilang, kepercayaan juga akan hilang," tuturnya mengutip pemikiran Bung Hatta.

Mengenai kesederhanaan mantan Wakil Presiden RI tersebut, Aminudin menambahkan, "Tidak ada harta yang beliau wariskan begitu banyak kepada keluarganya. Tapi nilai-nilai kehidupan yang beliau wariskan bukan hanya kepada keluarganya tapi kepada bangsanya. Nah karena beliau mempraktikkan hidup sesuai dengan apa yang dikatakannya," lugasnya.

Putri pertama Bung Hatta, Meutia Farida Hatta Swasono, yang turut hadir mengajak generasi muda memanfaatkan kemajuan teknologi digital guna memperkuat kapasitas berpikir kritis dalam membangun negeri.

"Dulu para pendiri bangsa memiliki pikiran yang kaya dengan peralatan yang masih terbatas. Sekarang akses teknologi sudah sangat maju, tetapi pikiran kita tidak boleh berhenti. Kita harus memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya untuk membangun bangsa dengan berpikir lebih kreatif dan kritis," kata Meutia.

Halaman:

Tags

Terkini