tips

5 Tahun ke Depan Diprediksi Jadi Periode Terpanas, Waspadai Risiko Heatstroke!

Sabtu, 20 Mei 2023 | 07:15 WIB
Waspadai risiko Heatstroke (Freepik)

 

MOCOSIK.COM - Perubahan iklim global semakin mengkhawatirkan. Menurut laporan Badan Meteorologi Dunia (WMO), lima tahun ke depan diprediksi akan menjadi periode terpanas dalam sejarah. Jika prediksi ini terbukti benar, kita perlu waspada terhadap risiko heatstroke yang semakin meningkat.

Pada tahun 2016, kita telah menyaksikan tahun terpanas dalam sejarah. Namun, menurut laporan dari WMO yang dikutip oleh ABCNews, ada kemungkinan 98 persen bahwa setidaknya satu tahun ke depan, dan periode lima tahun secara keseluruhan, akan menjadi rekor terpanas.

Dalam rentang waktu antara tahun 2023 dan 2027, terdapat kemungkinan 66 persen bahwa suhu rata-rata bumi di dekat permukaan akan melampaui 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri selama setidaknya satu tahun. Hal ini berarti efek perubahan iklim akan semakin parah bagi manusia, satwa liar, dan ekosistem makhluk hidup.

Baca Juga: Ini Tips Membuat Puisi yang Menyentuh Perasaan, Dijamin Bikin Baper!

Tren suhu panas tidak hanya terjadi secara global, tetapi juga di Asia Tenggara. Sebagai contoh, Singapura baru-baru ini mencatat suhu tertinggi dalam 40 tahun terakhir, mencapai 37 derajat Celcius pada hari Sabtu. Di Malaysia, kasus heatstroke atau 'sengatan' panas terus terjadi. Baru-baru ini dilaporkan 14 kasus baru, dan tragisnya, salah satunya berujung pada kematian seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun.

Negara-negara lain di Asia Tenggara juga mengalami dampak suhu panas yang ekstrem. Vietnam melaporkan suhu tertinggi sebesar 44,2 derajat Celcius pada awal Mei, sementara Filipina terpaksa memangkas jam pelajaran karena indeks radiasi UV mencapai zona bahaya.

Dengan perubahan iklim yang semakin nyata dan pergeseran pola cuaca yang lebih ekstrem, gelombang panas dan badai besar dapat terjadi dengan frekuensi yang lebih tinggi dan intensitas yang lebih besar.

Penting bagi kita untuk memahami risiko heatstroke dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Heatstroke dapat memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan, seperti kerusakan otak, jantung, ginjal, dan otot. Semakin lama pengobatan ditunda, risiko komplikasi serius atau bahkan kematian semakin meningkat.

Cedera panas atau heatstroke umumnya terjadi saat suhu tubuh mencapai 40 derajat Celcius atau 104 derajat Fahrenheit. Kondisi ini paling sering terjadi selama bulan-bulan musim panas.

Berikut adalah gejala-gejala heatstroke yang perlu diwaspadai:

• Suhu tubuh tinggi

• Tanda utama adalah suhu inti tubuh 104 fahrenheit (40 celcius) atau lebih tinggi, diperoleh dengan termometer rektal.

• Kondisi mental atau perilaku yang berubah

• Kebingungan, agitasi, bicara cadel, lekas marah, delirium, kejang, dan koma, semuanya bisa diakibatkan oleh sengatan panas atau heatstroke.

Halaman:

Tags

Terkini