khazanah

Asal Usul Tahun Kabisat Tahun 2024, Berikut Arti dan Jumlah Harinya

Minggu, 31 Desember 2023 | 22:07 WIB
Asal Usul Tahun Kabisat Lahir di Mesir dan dibesarkan di Romawi (kemenag.go.id)

MOCOSIK.COM - Tahun 2024 merupakan Tahun Kabisat, karena bilangan tahun ini dapat dibagi habis dengan angka 4 (empat).

Sedangkan secara Bahasa, Kabisat sendiri berasal dari bahasa Arab, yang berarti mengisi, memasukkan dan menambahkan.

Dalam kitab "Lisanul Arab" lafal "al-kabis" disamaartikan dengan lafal "thamm" yang berarti "mengisi lubang dengan debu". 

Baca Juga: Asal Usul Susunan Lafaz Niat Puasa Ramadhan dalam Mazhab Syafii

Begitu pula dalam kitab "al-mu'jam al-muhith" lafal "al-kabis" dimaknai dengan "menimbun sungai dan sumur dengan tanah".

Jadi, Tahun Kabisat adalah tahun yang di dalamnya terjadi penambahan waktu satu hari, yaitu pada bulan Februari, yang biasanya jumlah tanggalnya 28 hari, ditambah satu menjadi 29 hari.

Pada Tahun Kabisat pula, orang yang lahir pada 29 Februari memiliki kesempatan merayakan ulang tahunnya hanya dalam waktu 4 tahun sekali.

Sementara di luar Tahun Kabisat mereka“tak dapat”merayakan ulang tahunnya. Sebab, bulan Februari bilangan tanggalnya hanya 28 hari.

Penamaan Tahun Kabisat menggunakan bahasa Arab, cukup menarik dikaji. Pasalnya, penambahan tanggal satu hari dalam waktu empat tahun adalah lahir dari peradaban Fir’auniyah, yakni Mesir Kuno.

Masyarakat Arab sendiri bukan klan Mesir Kuno. Mereka memiliki sistem kalender tersendiri, mengikuti Kalender Lunar. Dalam sistem kalender Lunar juga ada penambahan waktu, bahkan lebih banyak lagi, yakni 11 hari atau disebut bulan "an-nasi" di dalam QS. At-Taubah: 37.

Disebutkan dalam kitab "Lisanul Arab", bahwa orang-orang Arab dari negeri Syam (Syria) yang menyebut Tahun Kabisat dengan menggunakan bahasa Arab, tepatnya pada saat mereka tunduk dalam kekuasaan Romawi.

Betul! Tahun Kabisat lahir di Mesir. Para Fir'aun adalah orang pertama yang menggunakan Kalender matahari dan hari Kabisat. Walaupun demikian, Tahun Kabisat sangat populer berkat dikenalkan orang Arab Syiria dan berhasil dibesarkan oleh raja Romawi.

Raja Romawi saat itu bernama Paus Gregor Julius Caesar. Dia yang membawa Kalender ini dari Mesir pada tahun 45 sebelum masehi. Dia menambahkan satu tanggal di bulan Februari yang mana di masa kekuasaannya Februari merupakan bulan terakhir dan Maret adalah awal tahun. 

Baca Juga: 10 Doa Sholat Tahajud yang Mustajab untuk Memohon Ampunan dan Kebahagiaan di Surga

Halaman:

Tags

Terkini

Hukum Jika Meninggalkan Sholat Jumat karena Pekerjaan

Minggu, 2 Februari 2025 | 06:00 WIB

10 Kata-Kata Motivasi Islami Penuh Makna Part

Jumat, 17 Januari 2025 | 20:00 WIB