Farid Fadjaruddin Sambut Pesta Demokrasi Pemilu 2024 dengan Menjunjung Tinggi Rasa Persatuan dan Kesatuan

photo author
- Kamis, 19 Oktober 2023 | 10:58 WIB
Farid Fadjaruddin Sambut Pesta Demokrasi Pemilu 2024 dengan Menjunjung Tinggi Rasa persatuan dan kesatuan (Farid Fadjaruddin, SH. MH)
Farid Fadjaruddin Sambut Pesta Demokrasi Pemilu 2024 dengan Menjunjung Tinggi Rasa persatuan dan kesatuan (Farid Fadjaruddin, SH. MH)

JOMBANG, MOCOSIK.COM - Tidak lama lagi, bangsa Indonesia akan kembali melangsungkan "Pesta Demokrasi" yaitu pemilihan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024 - 2029 melalui Pemilu.

Selayaknya sebuah "pesta" maka sudah seharusnya menimbulkan rasa riang dan gembira bagi seluruh lapisan masyarakat yang terlibat di dalam nya. (Kamis, 19/10/2023).

Istilah "Pesta Demokrasi" pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Soeharto ketika menyambut Pemilu 1982, saat berpidato di Pembukaan Rapat Gubernur/Bupati/Walikota se-Indonesia di Jakarta, (Senin, 23 Februari 1981). 

Baca Juga: Sambut Hari Jadi ke 113, Pemkab Jombang Gelar Pecah Rekor MURI Sego Kikil dan Tumpeng Ikan

Isi pidato itu juga mencerminkan pandangan Soeharto mengenai Pemilu 2024. Pandangan yang kemudian mempengaruhi jalannya Pemilu di Indonesia. Menurutnya, Pemilu 2024 dilaksanakan untuk memperkokoh persatuan nasional, mendewasakan kehidupan demokrasi, dan menggelorakan semangat pembangunan.

Sebaliknya, Pemilu 2024 bukan untuk mencerai-beraikan persatuan nasional, melemahkan kehidupan demokrasi, dan menghambat persatuan nasional.

Menurut Farid Fadjaruddin, S.H., M.H ( Ketua Perkumpulan Pengacara Indonesia Cabang Jombang ) Pesta Demokrasi sebagaimana yang di maksud dalam pidato Presiden Soeharto tersebut dapat dijadikan pedoman agar tercipta suasana yang mempererat persatuan dan kesatuan nasional.

"Pemilu dilaksanakan untuk memperkokoh persatuan nasional, mendewasakan kehidupan demokrasi, dan menggelorakan semangat pembangunan. Sebaliknya, Pemilu 2024 bukan untuk mencerai-beraikan persatuan nasional, melemahkan kehidupan demokrasi, dan menghambat persatuan nasional,"ungkapnya.

Isi pidato Soeharto tersebut masih relevan untuk saat ini. Selain itu dalam menyambut Pesta Demokrasi / Pemilu 2024 hendaknya mengedepankan cara - cara yang taat hukum, profesional, intelektual, elegan, demokratis dan berkualitas sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

"Bukan dengan cara kerusuhan, urakan, membabi buta, brutal dan merugikan masyarakat," jelasnya

Masih menurut Farid Fadjaruddin, kedewasaan berdemokrasi sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara guna menciptakan rasa aman, nyaman dan tentram.

Seluruh komponen masyakarat yang terlibat dalam Pesta Demokrasi wajib bersepakat menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. 

Baca Juga: Penghujung Masa Jabatan Bupati dan Wabup Jombang, Pembangunan Drainase dan Trotoar Jalan Gus Dur Dipercantik

Ketika menyambut gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) yang notabene merupakan sebuah Pesta Demokrasi dan pesta rakyat, maka seluruh yang terlibat sewajarnya menyambut dengan perasaan yang senang dan riang gembira, tanpa adanya sikap emosi atau saling menjatuhkan, sehingga menyebabkan saling bermusuhan antara satu sama lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: Farid Fadjaruddin, S.H.,M.H

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X