Ciri Ciri Orang Bodoh dan Penyebabnya Menurut Abu al Laits As Samarqandy

photo author
- Sabtu, 23 Maret 2024 | 19:12 WIB
Ciri ciri orang bodoh dan penyebabnya menurut Abu al Laits As Samarqandy (kemenag.go.id)
Ciri ciri orang bodoh dan penyebabnya menurut Abu al Laits As Samarqandy (kemenag.go.id)

 

MOCOSIK.COM - Abu al Laits As Samarqandy, atau Abu al Laits Nashr bin Muhammad bin Ahmad bin Ibrahim As-Samarqandy, adalah ulama asli Uzbekistan. Seorang faqih, ahli hadits dan tafsir.

Abu al Laits As Samarqandy dikenal sebagai penutur nasihat yang sangat bermanfaat. Salah satu kitab karyanya yang sangat terkenal, adalah Tanbiih al-Ghaafiliin (pengingat bagi mereka yang lupa).

Di dunia pesantren, kitab tersebut menjadi bahan kajian penting bagi para santri yang bisa menjadi bekal kehidupan kelak setelah kembali ke masyarakat. Salah satu tema yang dibahas dalam kitab tersebut, adalah tentang Ciri ciri orang bodoh

Baca Juga: Waspada! Ini Ciri-ciri Kamu Kena Pelet Cinta!

Selain menggunakan bahasa yang mudah, juga mengulas tema-tema menarik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Konsep yang dibangun pada tema tersebut, Abu al Laits As Samarqandy tidak menyoroti pada aspek kemampuan kognitif. Tetapi lebih pada unsur karakter individu yang bersifat moral dan mental, sehingga dibuat sebuah kategori ciamik yang mungkin belum terpikirkan oleh orang lain.

Dalam kitab tersebut dijelaskan, jika untaian hikmah dari bijak bestari (hakiimu al-hukamaa), bahwa ada 6 Ciri ciri orang bodoh:

1. Marah tanpa sebab.
2. erbicara tanpa ada manfaatnya.
3. Memberikan sesuatu tidak pada tempatnya.
4. Mengumbar rahasia kepada siapapun.
5. Mudah percaya kepada siapapun.
6. Tidak mampu membedakan mana teman dan mana musuh.

Ciri ciri pertama, marah tanpa Sebab

Orang yang tiba-tiba marah tentu sangat membingungkan orang lain. Meski marah adalah unsur manusiawi, jika marah tanpa Sebab kepada orang yang tidak mengerti apa kesalahannya bisa membuat orang lain tersinggung.

Marah tanpa Sebab bisa jadi karena faktor emosi yang tidak terkendali berdasarkan ilusi atau halusinasi yang dapat merusak hubungan sosial. Pada saat yang sama, ia dikaruniai akal dan hati yang seharusnya mampu menjadi "kompas" bagi sikap dan perilakunya.

Ciri ciri kedua, berbicara tanpa ada manfaatnya

Lisan diciptakan Tuhan sebagai alat komunikasi dengan sesama dan untuk menyampaikan hal-hal baik dan bermanfaat. Jika lisan yang kita miliki untuk berbicara tentang hal-hal yang tak berguna, apalagi menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain.

Maka orang tersebut dikategorikan sebagai orang bodoh. Semakin banyak berbicara, semakin berpeluang kepleset lisan yang bisa menjadi petaka. Ingat, mulutmu harimaumu!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X