Catat, Berikut Rekomendasi Obat Obatan yang Disarankan untuk Dibawa Saat Jemaah Haji

photo author
- Jumat, 10 Mei 2024 | 21:47 WIB
Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada jemaah haji (PKP3JH), menyarankan jemaah haji agar membawa Obat Obatan yang disarankan (kemenag.go.id)
Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada jemaah haji (PKP3JH), menyarankan jemaah haji agar membawa Obat Obatan yang disarankan (kemenag.go.id)

JAKARTA, MOCOSIK.COM - Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH), menyarankan pada jemaah haji agar membawa Obat Obatan yang telah disarankan,

Perlu diketahui, bahwa jemaah haji Indonesia akan mulai berangkat ke Arab Saudi pada 12 Mei 2024. Sedangkan untuk tahun ini, terdapat 241.000 jemaah yang terdiri atas 213.320 jemaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus.

Kemenag mencatat, data tahun ini ada sekitar 45.000 jemaah haji reguler, yakni dengan usia 65 tahun ke atas. Di tengah cuaca yang panas di Tanah Suci, maka jemaah haji perlu menjaga kondisi fisiknya agar tetap bugar dan sehat.

Baca Juga: Kemenag Umumkan Daftar Nama Jemaah Haji Reguler yang Berhak Lunasi Bipih 2023

Berdasarkan catatan Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada jemaah haji (PKP3JH), terdapat beberapa penyakit yang rentan dialami jemaah haji saat di Tanah Suci.

"Ada beberapa penyakit yang sering dialami oleh jemaah haji, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), yang diakibatkan karena kerumunan besar jemaah, polusi udara, dan perubahan suhu yang drastis di Makkah dan Madinah,"terang Kasi Lansia, Disabilitas dan PKP3JH Daker Madinah, Dokter Leksmana, di Madinah, Kamis (9/5/2024).

"Adapun gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, atau sakit perut yang disebabkan oleh perubahan pola makan, air minum yang berbeda dan sanitasi yang mungkin tidak memadai juga perlu diwaspadai,"imbuhnya.

Selain itu, lanjut dokter yang akrab disapa dengan dr. Leks ini menyebut, bahwa dehidrasi menjadi risiko yang serius terutama jika jemaah haji tidak cukup minum air.

"Hal ini dikarenakan cuaca panas di Makkah dan Madinah,"ucapannya.

Dia menambahkan, adapun beberapa penyakit seperti, penyakit kulit, infeksi jamur, ruam panas, atau luka akibat gesekan pakaian bisa terjadi karena panas dan kelembaban yang tinggi.

"Penyakit menular, seperti flu, demam, atau penyakit menular lainnya, karena interaksi dengan jemaah dari berbagai negara dengan kondisi kesehatan yang berbeda juga perlu diantisipasi,"tuturnya.

Menurutnya, juga terdapat penyakit kronis yang bisa jadi dialami jemaah. Kondisi seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung bisa menjadi lebih sulit dikontrol karena perubahan pola makan, kurang istirahat dan stres selama perjalanan.

Baca Juga: Buka 2 KKHI, Kemenkes Berikan Pelayanan Kesehatan Jemaah Haji Lebih Baik di Arab Saudi

"Seperti trauma atau cedera, terutama karena kerumunan besar dalam melakukan ritual, seperti tawaf dan melempar jumrah,"ujar dr. Leks.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rudiyanto Mocosik

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X